Me And Ketua Rohis (√)

Me And Ketua Rohis (√)

  • WpView
    Reads 907,318
  • WpVote
    Votes 54,326
  • WpPart
    Parts 21
WpMetadataReadComplete Sun, Sep 3, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
Bersiaplah untuk jatuh cinta! Niat awal Airi masuk Rohis itu Cuma buat PDKT sama ketua Rohis ganteng yang gampang blushing. Apapun Airi lakukan, dari ngehapal Asmaul Husna sampai surah Al Bayyinah. Dari cara yang bener sampai cara sangklek usulan partner in crime-nya, Naura. Cewek sableng tapi baik yang punya otak mesum parah. Airi emang mesti kerja super keras. Selain Gladis, wakil ketua OSIS yang glamour abis. Ada Adiba, cewek cantik bin alim yang lemah lembut. Saingan Airi berat! Airi mah apa? Cuma secuil kerikil yang terlupakan dihamparan batu akik seharga ratusan juta. copyright 2015-2016 by Rosangelynz
All Rights Reserved
#8
changed
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Peri Cinta (Wall Of Love) - END
  • Sepeda Burok Istimewa✔
  • For Our Place [END]
  • My Story With You
  • GADIS (Lengkap belum revisi)
  • Cool Girl Vs Play Boy
  • Cinta Dalam Sujud (REVISI)
  • School Scandal ✓
  • Mahardika Raja {On Going}

Wira Arya Abimana, mencintai Jeanice Olive Pratiwi dengan segenap hatinya. Demi wanita itu dia berusaha menerjang dinding pembatas yang amat besar karena perbedaan keyakinan. Bahkan ketika sang ayah menjodohkannya dengan Nadhira Shakila Putri, Wira menolaknya mentah-mentah. Dia tetap yakin bahwa Jeanice akan meninggalkan keyakinan demi dirinya. Namun, harapan itu pupus ketika Jeanice lebih memilih melepas Wira. Mampukah Wira menerima Nadhira yang hadir dalam hidupnya bak seorang peri cinta? dan berusaha menyelamatkannya dari kesalahan besar yang akan dia pilih. Yaitu cinta dan keyakinan. Mampukah Nadhira bertahan di sisi Wira ketika penolakan demi penolakan dia dapatkan? "Jangan sok suci, Nadhira! Kamu hanya anak haram dari seorang simpanan." - Wira Arya Abimana "Aku tidak peduli apa yang kamu katakan padaku. Kamu harus mengakhirinya, Mas." - Nadhira Shakilla Putri. - "Aku bersedia masuk ke dalam keyakinanmu. Apakah kamu senang?" - Jeanice Olive Pratiwi

More details
WpActionLinkContent Guidelines