Never be Alone

Never be Alone

  • WpView
    Reads 128
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 4, 2017
Kezia pun berbalik "Hah setannn... setann. Pahit pahit pahit pahit pahit jauh, gue mohon menjauh lah " "Heh enak aja di ngatain gua setan"lelaki itu memakai kaos oblong putih dan sedang mengeringkan rambutnya dengan handuk putih pula. "Pahitbpahit pahit pahit jauh menjauh " kezia menjauhi lelaki itu hingga ia terjatuh "aduhh sakit" meringis "Heh! lo tuh ya hati-hati coba" lelaki itu mengulurkan tangannya "Makasih" menyambut uluran tangan lelaki itu "Maaf lo siapa ya? " ucap ze tanpa melihat lelaki itu "Eh elo yang siapa? Main masuk kamar orang buka barang pribadi orang lagi" ucap lelaki itu dan mengambil album milik nya Kamar orang,barang orang atau jangan-jangan dia Ze pun menenggakkan kepalanya "Kau...." ucap mereka serempak ....... ....... ......
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 𝙄𝙧𝙧𝙚𝙥𝙡𝙖𝙘𝙚𝙖𝙗𝙡𝙚 - Sehun x Yoona ✔️
  • Indigo Somplak [End]
  • V [BL, END]
  • MY BOS IS MY (HUSBAND)-(YIZHAN) (END)✔️
  • Laura Lateranita Putri Victor
  • 6 Month Contract
  • sifat berbeda? [zeedel]
  • CINTA BEDA KARAKTER
  • LOVE STORY QIANARRA
  •  ALZERA (On Going)

‼️F I K S I‼️ 𝙄𝙧𝙧𝙚𝙥𝙡𝙖𝙘𝙚𝙖𝙗𝙡𝙚 (adj) : tak tergantikan 🍀🍀🍀🍀🍀 "Buat Kakak," ucap seorang wanita muda mengeluarkan sebuah amplop putih yang tercantum nama sebuah rumah sakit. "Buat aku? Rumah sakit? Kamu sakit?" tanyanya yang dibalas gelengan kepala oleh sang kekasih. Angkasa mengernyitkan keningnya, tangannya meraih amplop tersebut dan membukanya. Seketika wajahnya berubah pias seolah darah direnggut paksa dari wajahnya hingga membuat pucat sempurna seiring iris kembar legamnya menelusuri deretan kata yang tertera diatas kertas putih tersebut. "Aku hamil, Kak. Kata dokter anak kembar dan umurnya sudah 3 minggu." Seiring kalimat itu terucap, nadanya merendah hampir tak terdengar kalau Angkasa tidak memberi fokus padanya. "Gimana bisa? Senja, kita baru ngelakuin itu sekali. Enggak mungkin langsung jadi. Senja, bilang sama aku. Ini bukan anak aku kan?!" "Bukan anak kamu? Kakak nuduh aku ngelakuin itu sama orang lain, iya?" "Gak mungkin. Keluargaku gak punya keturunan kembar. Gak mungkin itu anak aku, Senja! Bilang sama aku, siapa yang udah menghamili kamu?" Setetes air terjun bebas dari pelupuk mata. Hatinya terluka begitu dalam sebab kalimat yang terucap bagaikan belati yang menyayat setiap lapisan hatinya. Senja sama sekali tidak pernah menyangka jika kalimat itu terucap dari bibir pria yang kerap kali menyatakan besarnya cinta yang dimiliki untuknya. Lantas apa sekarang? Dimana rasa cinta yang selalu digaungkan di telinganya itu? Bahkan Senja mendadak kehabisan kata. Senja seperti tak mengenal sosok didepannya. Asing. "Gugurin. Kalau kamu masih cinta sama aku, gugurin. Aku bakalan tetap menerima kamu asal kamu gugurin kandungan kamu." Kalimat terakhir yang Senja dengar sebelum kaki jenjangnya membawa tubuhnya melangkah pergi dari hadapan pria yang dicintainya itu tanpa ada niatan menoleh sedikitpun ke belakang meninggalkan Angkasa yang masih diam seribu bahasa tanpa berniat mengejarnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines