Immortal World

Immortal World

  • WpView
    Reads 362
  • WpVote
    Votes 22
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 14, 2016
"Marlyne!", teriak Sherlyn dan Candra. Mereka menarik bajuku berusaha menghentikanku yang sedang berjalan masuk ke dalam lukisan Amelia yang indah di hall sekolah sendirian malam hari saat kegiatan pramuka sedang istirahat. Aku terkejut tiba-tiba Lily, temanku menghilang di depan hadapanku. kami berdua ingin pergi main masuk ke dalam lukisan seperti biasanya. Aku melihat sekelilingku mencari Lily ku memanggil namanya, "Lily, Kamu dimana?". teman-temanku kebingungan dan menjadi takut. "Lily? Siapa Itu Lily? TIdak ada murid sekolah di sini yang bernama Lily!"teriak Sherlyn. ia maju menampar mukaku dan mengoncang-goncangkan tubuhku. " Marlyne, sadarlah... Kamu diganggu! lebih baik jangan mengelamun disini. Semua teman-temanmu mencari dirimu. Jangan bermain sama mereka!". Teman-temanku menyeretku keluar dari ruangan yang gelap itu ku berusaha menghentikan mereka. Ku tak dapat dan kulihat Lily kembali muncul di sudut ruangan gelap dengan matanya yang kuning bersinar terang. Ekspresi datar dan hawa dingin yang mencengkam merasuki diriku seolah-seolah membunuhku. Air mataku berjatuhan membasahi pipiku yang hangat teringat sebuah kenangan janji persahabat kami berdua.......... "Marlyne, Aku sangat bersyukur mendapat teman seperti dirimu....perkataan Amelia memang benar. ... Semoga teman-temanku ada yang baik hati sepertimu...." isak Lily. Air matanya mengalir membasahi pundakku dengan pelukannya yang erat . tibalah saat itu datang angin besar berhembus kencang menyelimuti diriku memisah kami berdua. Kudengar suaranya yang tersamar dan lambaian tangannya.... Maafkan Aku, Lily. Kutelah mengingkari janjiku. maafkan teman-temanku juga...... Apakah yang akan terjadi terhadap diriku, teman-temanku dan sekolahku? bagaimana Dengan lukisan-lukisan Amelia dan Rungan hall, dan kematian Amelia? Lily adalah Jawaban dari semua ini............
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ventiones Academy [REVISI]
  • Lulu
  • DeaSea
  • Lentera Lily
  • {𝐄𝐍𝐃}Catatan Teman yang Sudah Mati
  • Revenant: Kuntilanak Penyelamat
  • Kimberly Academy
  • New World [REVISI]
  • Heart to you.(END)

Aku hanya seorang gadis berumur tiga belas tahun yang biasa saja. Aku ini sama seperti yang lain. Jadi tidak ada yang istimewa dari diriku. Sampai .... "Selamat, Anda diterima di Ventiones Academy." Aku tak pernah mendengar ada academy semacam itu. Semuanya langsung berubah. Hidupku yang awalnya berwarna hitam-putih, berubah menjadi warna pelangi. Rasanya mataku sampai pusing melihat semua warnanya. Tidak bukan mata, tapi otakku. Oh, aku menyesal ketika kehidupanku sebelum ini aku kurang banyak bersyukur. Aku ini masih tiga belas tahun. Tapi kenapa kejadian yang kualami di luar batas umurku? Sebentar, di luar batas bukan berarti seperti adegan dewasa! Maksudku seperti peperangan? Pembunuhan? Baiklah, aku sepertinya sudah gila. Aku jadi iri dengan remaja normal seperti kalian. **** Cerita ini murni dari pikiran saya sendiri. Karena saya selalu berkhayal yang tidak logis, jadi saya lampiaskan ke dalam cerita ini. Jika ada kesamaan nama dalam cerita ini, itu artinya kebetulan. Vote? Baca aja dulu! Nggak vote juga gpp. Asalkan sudah dibaca ceritanya dan sudah ditaruh di perpustakaan kalian. **** ⛔Lagi tahap revisi. Jadi jangan terkejut jika ada perubahan kata atau chapter secara tiba-tiba

More details
WpActionLinkContent Guidelines