Ethiopia

Ethiopia

  • WpView
    Reads 180,902
  • WpVote
    Votes 9,086
  • WpPart
    Parts 30
WpMetadataReadComplete Thu, Nov 9, 2017
Disaat saat seperti itu adalah kebahagiaan, memberikan warna hari demi hari, menjalani hari dengan penuh warna, menjalani hari penuh dengan senyuman, menjalani hari penuh canda dan tawa. Tetapi sekarang? Hanya hitam putih yang menjadi kelabu, kehampaan, kesepian, dan kekosongan yang ada dirinya sekarang. Bahkan ia merasa seperti gumpalan kertas yang tak berguna. Gadis itu membuka matanya perlahan, tersenyum kecut saat semuanya masih sama dan tak akan pernah kembali -Ethiopia Geyessa Yosie
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Where The Feelings
  • Your Home [COMPLETE]
  • GITA OLIVIA [END]✅
  • DESPERATE (COMPLETED) ✔
  • SEWINDU
  • KENKO
  • Menyimpan Rasa
  • My Famous Boyfriend [Completed]
  • Thank You (✔)
  • ALEYA~~

Perasaan itu terus membelenggu. Perasaan yang aku pikir bernama cinta, terasa lelah karena telah menunggu tujuh tahun lamanya. Raka sahabat kecilku, dia yang kutunggu. Dia yang hadir, terasa menyenangkan, dia yang hadir sebagai penolong disetiap mataku tertutup. Dia Raihan. Bodoh, karena aku telah menyakitinya. Bodoh karena setelah aku menyakitinya, aku sadar dia yang aku cintai. Ya laki-laki yang aku cintai. Adalah orang yang pertama Kali mengucapkan selamat atas resminya aku menjadi pacar orang lain. Dan aku lupa tentang diriku. Aku yang tidak bisa berlama-lama bersama mereka, seharusnya aku mengingat itu sejak awal. Dan seharusnya aku tidak mengenal cinta, karena aku tahu. Aku tidak akan lama.

More details
WpActionLinkContent Guidelines