Story cover for Before I Die by brightent
Before I Die
  • WpView
    Reads 63
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 63
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Oct 04, 2015
Aku berkata bahwa aku baik-baik saja saat mereka memutuskan harus berpisah. Aku berkata bahwa aku menerima keputusan atas perceraian mereka. 

Namun, tidakkah Ibu dan Ayah tahu? Aku terluka. Aku menangis.

Aku sakit. 

Aku hanya ingin cinta.

Dan sosoknya hadir; memberiku cinta, dan hangatnya rasa sayang.
All Rights Reserved
Sign up to add Before I Die to your library and receive updates
or
#50frustasi
Content Guidelines
You may also like
Eliinaa by vfryfrljnvsnmtm
5 parts Complete
Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar kata 'Rumah' ? Tempat nyaman dipenuhi kehangatan? Tempat berlindung dari terpaan badai kehidupan? Pasti itu kan yang terlintas di benak kalian? Sayangnya, 'Rumah' yang ada di kehidupanku jauh berbeda dari semua itu. Kehangatan berubah menjadi kepedihan. Tempat yang seharusnya jadi tempat berlindung justru jadi tempat yang paling membuatku tertekan. Aku tidak iri, sungguh. Aku hanya ingin merasakan bagaimana rasanya ketika dipeluk oleh ayah dan ibu dengan penuh kasih sayang. Sarapan bersama ayah, ibu, kakak dan aku di pagi hari sambil tertawa ria karena masakan ibu yang gosong mungkin? atau jatuh dari motor saat sedang belajar mengendarainya lalu ayah akan datang dan membantuku berdiri, menenangkanku sambil berkata "Gapapa, ini biasa terjadi kok kalo lagi belajar, pernah dengar pepatah 'kamu nggak bakal bisa berdiri kalau nggak pernah jatuh' kan? Nah, kasus kamu sekarang sama kayak pepatah yang ayah bilang tadi." ? atau saat adzan tiba, ayah akan mengajak ibu, kakak dan aku untuk sholat berjamaah dengan ayah sebagai imamnya ? atau mungkin menjahili kakak yang sedang sibuk belajar lalu aku akan dihadiahi kejar-kejar an dan berakhir dengan aku yang terjatuh lalu menangis, kemudian ibu akan datang mengobati lukaku akibat aksi kejar kejar an tadi sambil mengoceh? Benar-benar keluarga impian bukan? Ya, benar, karena itu 'keluarga impian' maka itu hanya akan jadi 'mimpi' saja. Itu tidak terjadi di kehidupan nyata. Ya, mungkin ada, tapi bukan kehidupanku. Sekarang, rumah sudah tidak lagi menjadi tempat ternyaman dan penuh kehangatan seperti yang kurasakan dulu. Kini rumah hanya menjadi tempat berteduh dari panas dan hujan. Aku telah kehilangan, dan rasa kehilangan ini telah membuatku takut untuk memiliki.
You may also like
Slide 1 of 8
Another Pain (END) ✔ cover
RUANG DEPRESI [ END ] cover
This Is Not My House  cover
[✔️terbit] 1. The Girl That Hurt cover
AKU TAK PERCAYA CINTA, AYAH! (TAMAT) cover
ANGEL (END) cover
Eliinaa cover
I'm broken [BHS#1]✓ cover

Another Pain (END) ✔

50 parts Complete

[COMPLETED] [BELUM DI REVISI] Mereka pernah berkata, jika rumah adalah tempat ternyaman untuk pulang. Mereka juga pernah berkata, jika keluarga adalah orang pertama yang akan menghantarkanmu pada kebahagiaan. Tapi baginya semua itu adalah dusta. Justru merekalah yang menorehkan luka yang teramat dalam hingga sulit untuk di sembuhkan. Perihal rasa sakit yang melebihi batas wajar. ⚠️ adegan yang tidak pantas dalam cerita ini, tidak untuk di tiru. Bijak dalam membaca, ambil segi positifnya.