Story cover for Beauty Triplets  by AlvinNurRahmania
Beauty Triplets
  • WpView
    Reads 48
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 48
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Oct 04, 2015
Eonni, apa yang sedang kau lakukan?" tanya Ji ah masuk ke kamar Jikyung tanpa mengetuk pintu, sebelah kamarnya
Jikyung ya kaget membentak Jiah yang seenaknya masuk kamarnya. "Yak!! Park Ji Ah..Apa yang kau lakukan ha? Kau merusak semua rancangan desain gaunku!! Cepat kau keluar dari kamarku!!"
"Mianhe Jikyung eonni" pamit Ji ah keluar. Selalu seperti ini, pikir Jiah dalam hati
Di rumah yang sederhana ini, Jikyung, Jiah dan Tae Hee tinggal. Tae Hee sering pulang larut jika menangani sebuah produk. Begitu pula dengan eonni nya, Jikyung yang menurutnya, menurunkan bakat seni appa yang memanglah seorang desainer.
"Jiyeon eonni sedang apa yah? Aku telpon ganggu eonni gak yah??" tak lama kemudian Jiahpun menelpon eonninya.
"Yebboseyo,."
"Yebboseyo,, unnie,, ini Jiah, dongsaengmu yang paling imut dan menggemaskan. Unnie sedang apa? "
"eoh Jiah,, eonni sedang memasak, kenapa?" jawab Jiyeon.
"aku bolehkan mampir ke kafe Sora immo?"
"tentu saja, siapa yang melaran
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add Beauty Triplets to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
✓ Nyonya Ji Ingin Bercerai   by Rvbysky
71 parts Complete
Penulis: Yi Qingmang • 71 Bab Kakek Ji sakit parah, dan keluarga Ji bertengkar di dalam keluarga. Ibu Ji Shi meminta Ji Shi segera menikah demi menyenangkan kakeknya. Tak disangka, Ji Shi yang selalu benci dijodohkan, justru menyetujuinya. Dia sedang bekerja, mengetik di keyboard tanpa mengangkat matanya, "Aku menikah dengan Jing Jing." Sosialita yang mencoba menikah dengan keluarga Ji berpikir masam bahwa orang yang dingin dan sombong seperti Tuan Ji, yang lahir di pasar rias dan terlahir kejam serta berdarah dingin, tidak cocok menjadi seorang suami. * Jing Jing telah mengejar Ji Shi selama tujuh tahun, Ji Shi berpikir bahwa dia mengabdi padanya dan tidak akan pernah meninggalkannya apapun yang terjadi. Setengah tahun kemudian, dia mengetahui tujuan pria itu menikahinya dan dengan marah menampar wajahnya dengan perjanjian perceraian. * Jing Jing belajar di luar negeri selama tiga tahun. Pada hari dia kembali ke Tiongkok, Ji Shi dengan paksa membawanya pergi dari bandara. Dia ingin menekannya ke dalam tulang dan darahnya. Dia menciumnya tanpa malu-malu dan berbisik ke telinganya: "Kamu sudah dewasa, Nyonya Ji, dan kamu ingin bercerai kecuali aku mati." Jing Jing mengertakkan gigi: "Ji Shi, kenapa kamu begitu bau dan tidak tahu malu!" Ji Shi mengangkat alisnya sedikit, mengangkat sudut mulutnya, dan bertanya, "Apakah bau itu berkeliaran di kepalamu tanpa malu-malu?" Jing Jing: Bagaimana aku bisa menghentikan pria jalang ini menggunakan kata-kata kotor yang kuucapkan padanya saat aku masih muda dan cuek? Ji Shi: Kamu terus mengatakan kamu mencintaiku selamanya. Ah! wanita! Teater kecil: Dalam sebuah wawancara, seorang reporter bertanya kepada Ji Shi: "Tuan Ji, siapa yang bertanggung jawab di keluargamu?" Ji Shi mengerutkan bibirnya dan berkata perlahan: "Jing Jing yang membuat keputusan." Setelah jeda, dia menambahkan: "Kecuali perceraian, aku akan mematuhinya." Jing Jing: ...Kamu pembohong, terkadang kamu juga tidak mau mendengarkanku.
Dua cangkir satu Meja  by byjulieeeee
53 parts Complete
Dua cangkir di satu meja. Salah satunya kopi hitam yang mulai dingin, satunya lagi teh hangat yang baru diseduh. Sama seperti mereka-dua orang yang dulu satu keluarga, kini seperti orang asing di bawah atap yang sama. Dewa sudah terbiasa hidup sendiri. Ia bisa makan mi instan kapan saja tanpa ada yang mengomentari. Bisa pulang larut tanpa ada yang menunggu. Bisa menjalani hari-harinya tanpa merasa harus menjelaskan apa pun kepada siapa pun. Lalu datang ayahnya, yang entah sejak kapan mulai mengatur ulang dunianya. Mengajaknya makan bersama, menyeduhkan teh di pagi hari, bahkan diam-diam mengganti mi instan dengan sesuatu yang lebih bergizi. Dewa tidak mengerti-apa yang sebenarnya diinginkan ayahnya? Kenapa setelah tujuh tahun pergi, kini ia kembali dan bertingkah seolah-olah segalanya masih bisa diperbaiki? Di sisi lain, ada Nira, seseorang yang selalu ada untuknya. Tapi kini, ia merasa semakin jauh. Hubungan yang dulu terasa nyaman perlahan berubah menjadi sesuatu yang penuh pertanyaan. Di antara meja makan yang dulu selalu sepi, dua cangkir yang tak pernah sama, dan sepiring mi instan yang akhirnya tak lagi dimakan sendirian, Dewa harus menghadapi sesuatu yang selama ini selalu ia hindari: apa arti pulang yang sebenarnya? Slow fic Sudah selesai ditulis sampai ending, sudah dipublikasikan pula semuanya. Sebab, aku tidak suka menunggu. Jadi, aku tidak akan membuatmu menunggu. 48 bab secara total. Bacalah jika menurutmu layak dibaca, tinggalkan jika menurutmu membosankan. Terima kasih sudah meluangkan waktumu yang berharga. by Tigajully 2025
You may also like
Slide 1 of 10
Kang Younghyun : Finale (Young K DAY6) [Completed] cover
Hello, "Mr. Perfectly Fine" [ HIATUS ] cover
Min Jennie cover
✓ Nyonya Ji Ingin Bercerai   cover
Na & Liu cover
JUST BE MINE cover
WHY DOES MY BROTHER HATE ME?  [REV] √ cover
Abandoned cover
ᴹʸ ᴶⁱᵐⁱⁿ⁻ˢˢⁱ YOONMIN [DEWASA] END✓ cover
Dua cangkir satu Meja  cover

Kang Younghyun : Finale (Young K DAY6) [Completed]

21 parts Complete

Bekerja sebagai penyiar radio membuat Brian banyak dikenali orang-orang, bahkan sosial medianya dipenuhi oleh beberapa penggemarnya yang terus-menerus memberikan pujian untuknya. Selain karena tampan, dia pun memiliki suara yang indah ketika bernyanyi. Mustahil jika pria tampan seperti Brian tak memiliki seorang kekasih, tentu saja dia sudah mempunyai satu nama yang membuat hari-harinya semangat dalam bekerja, yaitu Ara. Disisi lain, ada hati yang harus terluka karena menerima kenyataan kalau Brian telah menjadi milik seseorang. Ayana Kim. Rekan kerja Brian, salah satu staff Enam hari radio. Dia-lah saksi bisu ketika Brian tengah menyiar di radio, selain menjadi rekan kerja yang baik untuk Brian, dia pun lumayan dekat dengan Ara dan sering bertukar cerita meskipun topiknya hanya berputar pada Brian. Hingga tiba saatnya Ayana dibuat dilema, antara ingin memperjuangkan Brian atau melepaskan Brian untuk Ara. Dia tahu, kalau perasaannya pada Brian ini salah, tapi dia tak bisa melakukan apa-apa karena hati tak bisa memilih untuk jatuh pada siapa. "Ayana, ini ada bekal. Mau makan berdua sama aku, enggak?" tawar Brian. "Bo-boleh?" gugup Ayana. Brian terkekeh pelan lalu berucap, "Boleh dong, Ara yang masak dan suruh aku buat makan siang sama kamu." *** Cover by tiadesign_