Sejak kecil, Aksa Dirgantara belajar bahwa menjadi anak pertama berarti harus mengerti lebih banyak dan meminta lebih sedikit. Ia harus menjadi contoh yang baik Harus mengalah Harus menjaga adik Harus memahami keadaan orang tua Dan yang paling penting, tidak boleh terlihat lemah. Setidaknya, begitulah yang selama ini ia pikirkan Kini Aksa telah dewasa. Ia memiliki pekerjaan, penghasilan sendiri, dan kehidupan yang dari luar tampak baik-baik saja. Namun, ada satu hal yang tidak pernah ikut tumbuh bersamanya: keberanian untuk mengatakan bahwa dirinya juga lelah. Setiap kali keluarga membutuhkan sesuatu, Aksa berusaha menjadi orang pertama yang membantu. Ketika adiknya memiliki masalah, ia menjadi tempat bercerita. Ketika orang tuanya membutuhkan dukungan, ia berusaha ada. Tetapi ketika Aksa sendiri membutuhkan tempat untuk pulang, ia tidak tahu harus mengetuk pintu siapa Malam itu, setelah seharian tersenyum di hadapan banyak orang, Aksa duduk sendirian di kamar.
More details