Sweet Blackout

Sweet Blackout

  • WpView
    Reads 2,415,825
  • WpVote
    Votes 184,041
  • WpPart
    Parts 47
WpMetadataReadMatureComplete Sat, Sep 25, 2021
Maia Herra, Food blogger terkenal, terpaksa harus mengikuti keinginan Papinya untuk bekerja di Restoran terkenal milik teman ayahnya, Head Chef yang sangat galak. Dewa santoso, Head Chef sekaligus pemilik restoran Gold Feather, tidak pernah percaya dengan komitmen dan amat berdedikasi dengan pekerjaannya dan mencintai profesinya. Sejak hari pertama Maia tidak menyukai sikap Dewa, ia sangat dingin dan keras didapur, tapi Maia mengagumi cara kerjanya. Perjodohan yang dicetuskan oleh Papinya secara tiba-tiba membuat Maia kaget. Dan yang lebih aneh ternyata Dewa telah menyetujui perjodohan itu. SEBAGIAN CERITA SUDAH DIHAPUS UNTUK KEPENTINGAN PENERBITAN
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Veero [ON GOING]
  • PILIHAN TERBAIK (Tamat - Revisi)
  • Bound to The Boss
  • My Love [ SLOW UPDATE ]
  • Sebuah Usaha Maya (TAMAT)
  • takdir bersamamu
  • PATAH
  • Akrania(On Going)
  • Unspoken Words

"Aku mau kita sama-sama lagi!" sejenak Feea tertegun mendengar penuturan Veero, bagaimana tidak setelah bertahun lamanya dia kembali dan dengan gampangnya menyatakan hal itu, bukan Feea tidak mau hanya saja, masih pantaskah mereka bersama setelah kejadian kelam itu, meski tak dipungkiri debaran dihatinya masih ada, masih sama, tapi keadaannya sekarang berbeda dia adalah orang yang sama dengan jati diri yang berbeda. "Aku tidak bisa, mengertilah!" meski dia tau Veero sedikit kecawa dari pancaran matanya, tapi dia bisa apa?, menangis pun rasanya percuma. Cukup tahun-tahun sebelumnya dia menangisi segalanya. Sekarang, tidak lagi! "Tapi kenapa?" masih belum kah dia paham dengan keadaan. Ini bukan hanya tentang kita. Tak mengertikah dia dengan rasa kecewa. Bukan hal mudah melupakan segalanya, sakit itu masih amat terasa menusuk relung hatinya. Tapi tak tahukah dia dengan semua itu. Menghembuskan nafas pelan Feea berujar, "Karena kamu bukan milik aku lagi.." hanya kata itu yang pantas menggambarkan betapa hancurnya dia saat itu, betapa terlukanya dia saat tau segalanya, dan semua pengorbanannya sia-sia, berakhir dengan rasa kecewa. Rank #6 in Thunder /210528/

More details
WpActionLinkContent Guidelines