Sweet Blackout

Sweet Blackout

  • WpView
    LECTURAS 2,415,818
  • WpVote
    Votos 184,041
  • WpPart
    Partes 47
WpMetadataReadContenido adultoConcluida sáb, sep 25, 2021
Maia Herra, Food blogger terkenal, terpaksa harus mengikuti keinginan Papinya untuk bekerja di Restoran terkenal milik teman ayahnya, Head Chef yang sangat galak. Dewa santoso, Head Chef sekaligus pemilik restoran Gold Feather, tidak pernah percaya dengan komitmen dan amat berdedikasi dengan pekerjaannya dan mencintai profesinya. Sejak hari pertama Maia tidak menyukai sikap Dewa, ia sangat dingin dan keras didapur, tapi Maia mengagumi cara kerjanya. Perjodohan yang dicetuskan oleh Papinya secara tiba-tiba membuat Maia kaget. Dan yang lebih aneh ternyata Dewa telah menyetujui perjodohan itu. SEBAGIAN CERITA SUDAH DIHAPUS UNTUK KEPENTINGAN PENERBITAN
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Reason
  • Akrania(On Going)
  • My Love [ SLOW UPDATE ]
  • Sebuah Usaha Maya (TAMAT)
  • Bee, Mine! (End)
  • Takdir di Tubuh Antagonis
  • Celemek Cinta Maryana
  • Amanda & Bima [TERBIT]
  • Veero [ON GOING]
  • Di Jodohkan?
Reason

"Tak ada alasan yang lebih indah untuk bersama kecuali karena Allah swt." ~Putri maharani~ ___ "Aku tahu, kamu nggak suka kan dijodohin seperti ini?" ucapnya lagi dengan nada sinis."Omong-omong, aku juga." Tambahnya sambil menyesap kopi ditangannya. Rani terdiam. Tersenyum miring mendengar ada nada sinis dalam ucapan pemuda itu."Kamu setuju?" itu pertanyaan yang sejak tadi ingin sekali ia lontarkan pada pemuda didepannya. Ia penasaran, sedikit sih. Ah, sudahlah. Pemuda itu berhenti menyesap kopinya lalu beralih menatap Rani. Yang ditatap terdiam menunggu dengan sabar. "Well, aku setuju." Jawabnya dengan cengiran lebar."Tapi bukan setuju dalam artian aku mau menerima perjodohan ini." Ia memberi jeda lalu meneyesap kopinya untuk yang kesekian kali. Dilihat dari tidak ada hentinya pemuda itu menyesap kopi. Rani dapat menebak bahwa pemuda di depannya ini sangat menyukai kopi sama seperti ayahnya. "Aku setuju usulan Ummi mu tadi, menurutku itu bukan ide yang terlalu buruk. Bisa dicoba." Jawabnya dengan tenang. . . . Putri Maharani. Hidupnya disekelilingi oleh orang-orang yang gagal dalam sebuah pernikahan. Membuatnya jadi membangun benteng kokoh untuk dirinya sendiri agar tidak mudah terjatuh. Lalu bagaimana jika dirinya dijodohkan dengan seorang 'Cowok sombong' yang bahkan sudah sangat dibencinya sejak pertama berjumpa? Mampukah 'si cowok sombong' tersebut merobohkan benteng kokoh yang selama ini telah dibangun oleh Rani dengan susah payah itu? *** Penasaran dengan kelanjutan ceritanya? Mari kita simak bersama-sama dengan menambahkan @Reason kedalam perpustakaan anda;)

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido