Waktu Tak Pernah Salah

Waktu Tak Pernah Salah

  • WpView
    Reads 5,442
  • WpVote
    Votes 487
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 22, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Jarak dan waktu membawa dampak yang besar pada kehidupan. Setiap orang akan berubah, menjadi lebih baik pun sebaliknya. Tidak ada yang bisa mengelak dari takdir, atau hanya sekedar mengundurnya. Sudah hukum alam semua hal akan berubah. Orang-orang yang berpisah cukup lama, akan dihadapkan pada kenyataan yang tak terduga. Semuanya tak akan sama seperti sedia kala. Hanya saja, kita bisa menentukan, takdir yang membawa perubahan itu, membuat orang di sekitar kita bahagia atau kecewa. Kebahagiaan akan menciptakan kebahagiaan yang baru. Jika tidak percaya, coba saja lakukan. Maka, kau akan tahu seberapa bahagianya ia mendapatkan kebahagiaan dari orang yang menjadi sumber bahagianya. Hanya lima tahun, dan kau sudah berubah sedemikian rupa. Aku sulit sekali mengenali dirimu yang baru. -Sira
All Rights Reserved
#1
budayamenulisaksara
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cahaya [COMPLETED]
  • Delayed happiness
  • AKSA
  • My Popular Husband [SUDAH TERBIT]
  • REVANARA
  • Prestige
  • Living with Badboy ✔️
  • Arjuna

⚠️PERINGATAN!⚠️ CERITA INI DIBUAT SAAT AUTHOR BELUM MEMAHAMI BETUL BAGAIMANA KAIDAH PENULISAN NOVEL YANG BAIK. JADI BAGI KALIAN YG TETAP INGIN MEMBACA, HARUS SIAP MENGHADAPI BANYAK KECACATAN DI DALAMNYA. MOHON KRITIK DAN SARANNYA. SEKIAN. TERIMA KASIH. --- Dunia itu indah. Dunia itu menyenangkan. Setidaknya dua hal itu yang dapat aku yakini tentang dunia, beberapa tahun silam. Sampai suatu tragedi yang tak diinginkan terjadi, aku harus dijauhkan dari dunia itu. Terus dijauhkan. Sejauh-jauhnya. Bunda juga selalu berusaha menanamkan keyakinannya bahwa dunia itu kejam, dunia itu berbahaya. Ia terus mengingatkan tentang ini dan itu, tentang hal yang menurutnya akan mampu membuat keyakinanku goyah. Aku, dengan segala keterbatasanku sekarang, percaya, dunia tidaklah kejam. Ayahku juga pernah bilang : Jikalau dunia memang kejam, kenapa tidak dari dulu manusia dibinasakan? Kejam, bukan? Tapi kenyataannya apa? Masih banyak manusia hidup bahagia di luar sana. Masih banyak cinta-cinta bertebaran di setiap detiknya. Dari sana aku semakin yakin, akan ada banyak sekali hal yang bisa aku ambil dari luasnya dunia. Aku ingin sekali keluar. Aku ingin melihat dunia lebih detail, dunia yang telah tersia-siakan sejak tiga tahun terakhir. Dan jika aku sungguh bisa terbang bebas melihatnya, maka izinkan aku, Cahaya Aldebaran, gadis tunawicara ini membagikan kisahku pada kalian. Boleh, kan? Start at June, 25th 2018

More details
WpActionLinkContent Guidelines