Bukan Layla dan Majnun

Bukan Layla dan Majnun

  • WpView
    Reads 265
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadComplete Tue, Oct 6, 2015
Aku bukan lah Layla dan Kau pun bukan lah Majnun. Aku bukan lah Layla, tapi Aku seperti Layla dan Kau pun tetap bukanlah Majnun. Aku yang terkungkung oleh perasaan Layla, memendam cinta. dan skali lagi Kau pun tetap bukanlah Majnun. Aku yang tersiksa oleh kepahitan cinta yang beracun, menjalar disetiap aliran darahku. Menggerogoti tubuh dan jiwaku. Mengakar hingga ketulang. Tapi aku tetap bertahan dengan seluruh kepahitan dan kesakitan cinta yang telah menyatu disetiap tetes darahku dan disetiap hela nafasku. Menikmati setiap kesakitan dan kepahitan cinta ini hingga akhir hayatku. Biarkan ku dekap erat cinta ini hanya untuk mu. Meskipun tak seorang pun yang tahu. Aku tak kan pernah khianat. Aku tak kan pernah berpaling. Kau yang bukanlah seorang Majnun yang berubah gila karena cintanya. Karena Kau telah berkhianat dan berpaling dari cintamu padaku yang bukan lah seorang Layla. Bahagia lah dengan cinta barumu. Karna Aku bukan lah Layla dan Kau pun bukanlah Majnun.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mahligai Sunyi
  • You're Here, But Not For Me
  • ALDIR (SEGERA TERBIT)
  • "TEMAN HIDUPKU"
  • Cinta Dua Arah ( On Going )✨
  • SEBALIK
  • Lelaki Berdada (Ketika Cinta Tak Direstui Tuhan)

Novel "Mahligai Sunyi": Senja mulai menua di balik jendela kaca, membiaskan cahaya jingga yang merayap perlahan di sudut ruangan. Aku duduk dalam diam, menatap kosong pada cangkir teh yang tak lagi mengepul. Aroma melati yang biasa menenangkan kini terasa hambar di inderaku. Aku terjebak dalam pusaran pikiranku sendiri, menggenggam kenyataan yang pahit namun tak bisa kutolak. Aku pernah percaya bahwa cinta adalah tentang memilih satu orang, bertahan dengannya dalam segala cuaca, dalam segala luka. Namun, kini aku mengerti bahwa terkadang, cinta juga berarti kehilangan-kehilangan harapan, kehilangan rasa percaya, bahkan kehilangan diriku sendiri dalam labirin luka yang diciptakan oleh seseorang yang seharusnya menjagaku. Arion adalah cintaku, atau setidaknya pernah menjadi. Aku mempercayainya lebih dari yang seharusnya, mencintainya lebih dari yang pantas. Namun, cinta saja tidak cukup untuk mempertahankan sebuah rumah tangga. Tidak cukup untuk menghindarkanku dari rasa sakit yang berkali-kali ia hadiahkan. Tidak cukup untuk membuatnya berhenti mencari bahagia di tempat lain. Aku telah memaafkan, berkali-kali. Aku telah memberi kesempatan, hingga tak tahu lagi batas dari kata "cukup." Tetapi, sampai kapan aku harus terus bertahan? Sampai kapan aku harus mengorbankan kebahagiaanku sendiri demi menjaga sesuatu yang terus menerus hancur? Dan di sinilah aku, berdiri di persimpangan. Antara bertahan dengan luka atau pergi dengan sisa-sisa keberanian yang kupunya. Aku tidak tahu bagaimana akhir dari kisah ini. Yang kutahu, aku hanya ingin menemukan kembali diriku yang telah lama hilang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines