Last Day With Sehunnie

Last Day With Sehunnie

  • WpView
    Reads 18,620
  • WpVote
    Votes 1,131
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Oct 7, 2015
Chapter 1 Bulan telah tergantikan oleh matahari. Kini sinar sang mentari telah terpancar dari ufuk timur. Mengusir kegelapan dengan cahaya yang amat menyilaukan. Kicauan burung nan merdu telah mewarnai pagi yang cerah di kota seoul. Namun, pagi secerah ini tak bersahabat dengan namja berkulit putih pucat yang sedang di landa kesedihan tersebut. Sehun, kim sehun ia seorang anak malang yang di buang oleh orang tuanya yang tak bertanggung jawab sewaktu ia masih bayi di tempat pembuangan sampah. Para tetangga sehun menyebut sehun dengan anak haram karena sehun tak mengetahui asal – usul orang tuanya dan penyebab kemungkinan besar jika anak dibuang pasti penyebabnya ibunya hamil diluar nikah jadi dengan tega ia membuang anaknya untuk menyembunyikan aibnya. Sungguh anak yang sangat malang. Itulah yang selalu ia dengar dari tetangga yang sedang menggosip. namun tuhan tak membiarkan hal tersebut, sehun telah beruntung di temukan oleh keluarga kecil yang sangat menyayanginya. Dan sangat baik telah membesarkan sehun sampai berusia 17 tahun dengan kasih sayang dan kehangatan dari orang tua dan kedua saudaranya kim luhan dan kim jongin. Mereka sangat menyayangi sehun layaknya adik kandungnya sendiri. Namun, kebahagiaan itu tak berlangsung lama setelah kematian appanya karena kecelakaan yang menimpa dirinya dan tuan kim.
All Rights Reserved
#809
kim
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jovanka dan Abang Kembar
  • RDCAB
  • LINKAGE
  • hunhan gs kehidupan luhan (END)
  • OUR HIDDEN FAMILY (End)
  • Sacrifice [EXO Fanfiction]✔
  • Painful Love [Hunhan]
  • ULJIMMA [1]  {END} ( EXO BROTHERSHIP)
  • mistake and love "HunHan" end
  • 12 POWER OF BROTHERS (COMPLETED)

Hendra dan Narendra Dewantara terlahir dengan beban yang tak mereka mengerti. Sejak kecil, mereka harus mendengar bisikan-bisikan bahwa mereka adalah anak pembawa sial. Namun, di balik semua itu, mereka masih memiliki kasih sayang dari kedua orang tua mereka-setidaknya hingga bayi kecil itu lahir. Jovanka, adik bungsu mereka, hadir ke dunia dengan membawa perubahan besar. Kehadirannya mengubah segalanya. Orang tua mereka, Dewantara dan Cinthya, yang dulu begitu menyayangi mereka, perlahan menjauh. Semua perhatian, semua kasih sayang, semua harapan yang dulu diberikan untuk mereka, kini hanya tertuju pada satu sosok-Jovanka. Hendra dan Narendra tumbuh dengan kebencian yang tak mereka pahami. Bagi mereka, Jovanka adalah alasan mereka kehilangan orang tua. Bayi mungil itu adalah penyebab semua kehancuran. Maka, tanpa sadar, mereka ikut menjauh. Mereka membiarkan adik mereka tumbuh sendirian dalam dingin, tanpa pelukan hangat seorang kakak. Namun, waktu mengajarkan mereka banyak hal. Perlahan, kebenaran terungkap. Luka yang selama ini mereka kira milik mereka saja, ternyata juga terukir dalam diri Jovanka. Dan saat mereka menyadari itu, sudah terlambat. Adik mereka telah berjalan terlalu jauh dalam gelap, terjebak dalam luka yang tak pernah mereka lihat. Kini, di antara penyesalan dan keinginan untuk menebus segalanya, Hendra dan Narendra berjanji. Mereka tidak akan membiarkan Jovanka menghadapi semuanya sendirian lagi. Tidak peduli berapa banyak duri yang harus mereka lalui, tidak peduli seberapa terlambat mereka menyadarinya-mereka akan memastikan adik mereka tidak lagi merasa sendirian. Namun, apakah cinta dan penyesalan cukup untuk menyembuhkan luka yang telah terukir begitu dalam? Ataukah semua ini sudah terlambat? Karena tak peduli seberapa besar keinginan mereka untuk melindungi, pada akhirnya hanya ada satu pertanyaan yang harus dijawab: apakah seorang pangeran yang telah kehilangan mahkotanya masih bisa menemukan rumahnya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines