We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Your sweet lips[L.T]

Your sweet lips[L.T]

  • WpView
    Reads 2,121
  • WpVote
    Votes 197
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 27, 2019
WpInfo
Fanfic
1Direction
Seorang gadis yang pergi ke London untuk melanjutkan pendidikannya. Ia hanya gadis sederhana, tidak terlalu mewah, dan ia juga memiliki trauma dengan yang namanya cinta. Dan disaat ia bertemu teman baru, ia juga menemukan seorang laki-laki. Gadis ini mencintainya dalam pandangan pertama? Oh tentu saja tidak. Bukan mencintai, melainkan.. Hanya tertarik? Laki-laki ini, kuakui berwajah tampan, kaya raya, terkenal tentu saja. Jika kau tanya namanya dengan orang asing di seluruh penjuru dunia, mereka pasti kenal. Ya, dia seorang Louis Tomlinson. Dan lebih mengejutkannya lagi, Dia, adalah kekasihku. Oh iya, kenalkan. Aku Emma Steinfeld. Aku dari Norwegia. Dan aku memiliki dua orang tua, yang hanya memperdulikan pekerjaannya. Bahkan mereka tidak ikut saat aku pergi ke London! Oh, aku sangat tertekan. Dan disini, aku menceritakan seluruh kejadian yang kualami bersama kekasihku. Laki-laki yang mampu membuat trauma ku dengan cinta, hilang seketika. Aku mencintainya, dan dia mencintaiku. cover by : rifdahsH
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • You're Here, But Not For Me
  • Marriage With Mr. Actor (The End)
  • FOOLS GOLD (Niall Horan And Louis Tomlinson Fanfict)
  • (Will Never) Get Your Heart
  • I'm Strong Without You??//Louis Tomlinson
  • Mungkin? (Tamat)
  • Admire Or Love
  • Love With The Heart Not The Eyes
  • Misunderstand

Katanya, tatapan bisa bohong. Tapi kenapa setiap kali mataku dan matanya bertemu, jantungku selalu membocorkan semuanya? Aku yang diam-diam menyimpan perasaan, dan dia... entah menyembunyikannya, atau memang belum menyadarinya. Kadang aku berharap dia gak lihat. Tapi kadang juga kecewa waktu dia beneran gak lihat. Lucu ya? Dan aku? Aku tetap di sini. Setiap kali aku melihatnya, aku hanya bisa menatap dari kejauhan, menyembunyikan perasaan yang tak pernah terucap. Aku takut, jika aku mengungkapkannya, semuanya akan berubah. Jadi, aku memilih diam, menikmati setiap momen kecil yang bisa aku curi bersamanya. Aku sering bertanya-tanya, apakah dia pernah merasakan hal yang sama? Namun, aku terlalu takut untuk mencari tahu jawabannya. Karena jika ternyata tidak, aku harus siap menerima kenyataan yang menyakitkan. Aku tahu, ini bukan cinta yang sehat. Tapi bagaimana aku bisa berhenti mencintainya, jika setiap detik aku hanya memikirkannya? Aku mencoba untuk menjauh, untuk melupakan perasaan ini. Namun, semakin aku mencoba, semakin aku terjebak dalam perasaan yang sama. Seolah-olah hatiku menolak untuk melepaskan. Aku membayangkan bagaimana rasanya jika dia tahu perasaanku. Apakah dia akan menjauh, atau justru mendekat? Namun, semua itu hanya ada dalam pikiranku. Aku menulis tentangnya, tentang perasaanku yang tak pernah sampai. Menulis menjadi pelarianku, satu-satunya cara untuk menyalurkan perasaan ini. Karena aku tahu, aku tak akan pernah bisa mengatakannya langsung padanya. Aku hanya bisa diam dan menahan semuanya sendiri. Tapi mungkin, inilah caraku mencintai. Dalam diam, tanpa harapan, tapi penuh ketulusan. Aku tahu, mencintai dalam diam adalah pilihan yang menyakitkan. Tapi aku juga tahu, ini adalah satu-satunya cara agar aku tetap bisa berada di dekatnya. Meskipun hanya sebagai teman, aku sudah cukup bahagia. Karena setidaknya, aku masih bisa melihat senyumnya setiap hari.

More details
WpActionLinkContent Guidelines