JANJI MERPATI

JANJI MERPATI

  • WpView
    Reads 230
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Oct 8, 2015
Pintu terbuka Udara sejuk karena pendingin ruangan yang tidak di matikan sejak pagi hingga siang ini membuat gadis yg baru datang itusedikit lega.Prilly menyandarkan punggungnya dengan satu sentakan cukup keras di sofa berbentuk sarung tangan di tengah kamar yg cukup luas.Mungkin kata cukup luas tidak tepat bagi kamar berbentuk persegi yg memiliki panjang sekitar sepuluh meter ini.Mungkin kalian tidak percaya,tapi begitulah faktanya.kamar itu semakinsempurna dengan nuansa biru warna favorit gadis empunya kamar yg mendomonasi setiap sudut ruangan parabotannya di dalamnya pun tak luput dari biru.Mulai dari tempat tidur meja belajar,rak tv,lemari pakaian.Dan satu lagi,kamar ini juga langsung terakses dengan pintu kamar mandi Ah,ia tidak ingin memikirkan hal yg lebih buruk lagi dari hari ini.Sekarang hal yg paling ingin di lakukannya adalah berhibernasi. Mungkin ini terlalu berlebihan,tapi kalian mungkin tidak percaya bahwa prilly pernah tidur sampai berpikir ia mati.
All Rights Reserved
#29
aliandooo
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Inginku Memilikimu
  • ZeBara
  • (Cinta Dalam Doa 😔) ✔
  • Sin-yuka Imperio
  • Terjebak Di Penjara Suci
  • Tentang Lionel : Cerita dari Catherina
  • Ex or New? [REVISI]
  • The Silence That Shaped Me

Walaupun aku tahu, aku sudah berkali-kali membuat kesal bahkan marah. Dan saat kamu kecewa denganku, aku datang dengan wajah tidak berdosa. Disaat aku sedih, kamu yang ada disampingku. Saat aku bahagia pun, kamu merasa bahagia walau aku tahu, tersirat ada rasa keKECEWAan. Namun demi membuatku tersenyum, kamu mengeluarkan beribu cara untuk menyembunyikan semua itu. Maafkan aku! Aku tidak tahu! Sumpah! Aku tidak mau salah memilih lagi! Aku tidak rela kamu bersama yang lain. Mungkin aku egois, karena hati. Hati aku yang selalu menuntunku untuk memilihmu. Prilly. Sungguh, aku sudah tak kuat menerima kenyataan ini. Dia sudah bahagia! Tapi aku tetap mengharapkannya! Kenapa Tuhan! Kenapa Engkau mengirim aku hanya untuk menjaganya, bukan memilikinya! Aku ingin menangis menyaksikan semua ini! Tapi aku tak mau terlihat lemah. Aku harus kuat. Tapi, saat dia menceritakan apa yang terjadi hari ini dengan senyum riangnya, ya? Aku senang. Apakah aku harus rela melepaskannya untuk orang lain yang disukainya?! Aku tak rela Tuhan! Aliando.

More details
WpActionLinkContent Guidelines