Sexual Harassment

Sexual Harassment

  • WpView
    Reads 57,995
  • WpVote
    Votes 2,733
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Oct 30, 2017
Tampan, kaya, cerdas, dan pemikat wanita. Atau setidaknya itulah yang dipikirkan orang-orang ketika menemukan sosok Sean Evans (29), CEO dari salah satu perusahaan besar di Manhattan. Namun sesungguhnya pria itu memiliki masa lalu kelam dan kepribadian yang buruk, depresi berat, kecemasan berlebihan, juga kepribadian ganda. Singkat kata, dia 'sakit'. Dan hanya orang-orang tertentu yang mengetahui sosok aslinya. Ketika Sean bertemu dan menghabiskan malam dengan Dammy Dawn (25) hanya untuk menyadari bahwa pria tersebut ternyata adalah sekretaris barunya, Sean tak bisa menghentikan tangannya dari terus menyentuh Dammy, yang diam-diam juga menikmatinya. Dan saat Dammy telah masuk terlampau jauh ke dalam hidup Sean dan menyadari bahwa Bosnya tidaklah seperti yang ia pikirkan, apa yang akan dilakukannya? Apakah pria malang itu masih akan menikmati pelecehan seksual dari Sean meski tau pria itu terlibat dengan Mafia?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • JEBAKAN CEO NAKAL (21+)
  • Obsessed : Project IRIS
  • CEO SANG ARUTALA
  • His Secret Child
  • LOVE, MR.DOMINIC
  • [END] The Naughty Daddy [AGE GAP WARNING]
  • Takdir Cinta Kita

[21+] Ada adegan dewasa yang eksplisit! Dia terbiasa memegang kendali-di ruang rapat, di ranjang, bahkan di hati wanita-wanita yang cuma mampir sementara. CEO muda berusia 27 tahun ini bukan hanya tampan dan tajir, tapi juga tahu persis bagaimana membuat wanita kehilangan akal sehat... dan pakaian. Lalu datanglah asisten pribadinya. Gadis polos dengan mata bening, rok selutut, dan nada bicara sopan yang justru menggoda naluri liarnya. Ia tak pernah menyentuh karyawan-sebelumnya. Tapi gadis ini? Dia terlalu lugu untuk dunia yang penuh jebakan seperti ini. Terlalu mudah diprovokasi. Terlalu manis saat menunduk. Dan terlalu cepat basah hanya karena satu bisikan di telinga: "Lembur di tempatku malam ini." Semula hanya permainan dominasi dan hasrat. Namun yang tak mereka sadari-ada batas tipis antara nafsu dan rasa. Dan begitu keduanya terjerat, tak ada yang bisa keluar tanpa luka... atau tanpa klimaks yang berulang-ulang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines