When I Saw You (21+)

When I Saw You (21+)

  • WpView
    Reads 313,952
  • WpVote
    Votes 5,624
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 26, 2020
Cerita lain selain WHO KNOW'S.. " Selamat pagi." Menyadari gadisnya telah terbangun dari tidur cantiknya. " Ummm... selamaaa..t pa..gi.." ucap Adele dengan nada serak berbisik dan gugup. Menyembunyikan kepalanya yang berada didada Raymond. Menyadari kegugupan Adele, Raymond mengecup puncak kepala gadis yang berada dipelukannya. "Shiiiit !!! Mencium aroma tubuhnya saja membuat juniorku yang sudah terbangun, terasa semakin mengetat saja. Tahan boy.. tahaan.." Raymond tak tau apa bisa bertahan, dikondisinya sekarang yang sedang memeluk gadisnya. sementara gadis dipelukannya memperlihatkan belahan payudaranya yang indah di balik tanktop yang ia kenakan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sleeping With My Boss
  • SECRETARY BOSSY (21+)
  • The Duchess's Dangerous Love Life
  • What If I am Without You (TAMAT)
  • You Are Arcoiris
  • I'm More Than Just A Princess
  • I'm Sorry (Done)
  • Love & Lost

Adult Romance 21+ "Jangan, Pak Darell! Jangan! Ini sama saja dengan membunuh nama baik saya, Pak." Fiona meraih pakaiannya dan segera mengenakannya dari balik selimut. "Kamu harus bangga bisa tidur sama saya." Fiona tak habis pikir dengan pria ini. Melakukan kesalahan fatal harus dibanggakan karena melakukannya dengan atasannya sendiri, sedang Fiona tahu mereka berdua tak memiliki status apa pun kecuali atasan dan bawahan. "Apa Anda sinting?!" Fiona bangkit dari ranjang dengan sewot. Dia tidak tahu kalau Darell adalah pria yang memiliki ego tinggi hingga Fiona harus bangga tidur bersamanya. Tapi, bagi Fiona apa yang dilakukannya adalah sebuah kesalahan. Kesalahan fatal dan semakin fatal karena pria yang berhasil menyentuh tubuhnya adalah pria narsistik. "Well, anggap saja aku salah ngomong tadi. Aku pikir kamu senang kalau kita melakukannya." Wajah pria itu tampak bersalah, tapi tidak membuat kemarahan Fiona berkurang. "Aku mabuk karena marah kekasihku telah mengkhianatiku. Dia menjalin hubungan dengan Deon." Fiona kembali tercengang. "Pak Deon?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines