Beauty Fool

Beauty Fool

  • WpView
    Reads 253
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Oct 18, 2015
WpInfo
Fiction
Romance
Dulu, aku hanyalah gadis biasa. Polos, dan tidak terlalu memikirkan kaum Adam untuk hidupku. Aku menjalani hidup mengikuti aliran air, sebagaimana apapun yang terjadi. Sampai suatu saat, seorang lelaki datang dan mendekatiku. Sikapnya, tatapannya, tawanya, telah membuatku jatuh cinta. Aku bahagia bersamanya, karena aku satu-satunya yang berada di dekatnya. Tapi, suatu kenyataan yang pahit bahwa ternyata dia tidak sengaja membuatku merasa didekati. Tidak sengaja. Aku bahkan tidak menyadari seseorang yang lain yang ternyata selama ini memperjuangkanku. Aku terlalu banyak berharap untuk orang yang selama ini hanya membuatku terbang, lalu menjatuhkanku ke jurang. Bodohnya, aku masih tetap menunggunya walau kutahu semua ini. Aku tidak peduli. Aku mencintainya. Dan bodohnya lagi, aku tahu aku menyakiti seseorang yang lain. Aku tidak tahu apa-apa tentang cinta. Aku hanya gadis biasa yang terjebak oleh perasaan yang selama ini membelenggu. Dari sini aku belajar. Jelas. Cinta butuh otak.
All Rights Reserved
#371
nerd
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Keano
  • About LOL (Losing Out Love)
  • Remember?
  • Is LOVE
  • DIFFERENT TWINS [ END ]
  • ATHALARIQ
  • Setinggi Langit
Keano

[ COMPLETED ] "Della." Della membalikan tubuhnya dan melihat kearah suara yang memanggilnya tapi dia tidak menemukan siapapun disana. "Gue disini." Della tersentak kaget saat menyadari pemilik suara itu dan saat ini pemilik suara itu ada dihadapannya. Della menelan ludahnya dengan susah payah. "Kak Ken?" Lelaki dihadapannya hanya tersenyum sambil menatap lurus mata Della. "Lo jangan terlalu menyayangi seseorang apalagi lo gak pernah tau bagaimana perasaan orang yang lo sayangi itu." Della masih diam dengan segala kebingungannya saat ini. "Mak-maksud..lo?" Sekali lagi Ken tersenyum dan menepuk lembut pundak Della. "Jangan bodoh hanya karena lo terlalu cinta sama orang." *** Seiring berjalannya waktu perasaan itu semakin tidak bisa aku kuasai. Perasaanku sudah menguasai diriku. Tidak pernah aku menyadari satu hal bahwa aku ingin memilikimu aku selalu mengharapkanmu. Tapi aku sadar memilikimu hanyalah angan semata. *** Mungkin bagi dia aku bukanlah siapa-siapa. Tapi bagiku dia adalah sosok yang begitu sempurna. Dia adalah cowok yang berbeda, sejak pertama kali aku melihatnya aku sudah dibuat kagum dengan sikap ramahnya. Apa yang kalian pikirkan ketika mendengar cinta pada pandangan pertama?

More details
WpActionLinkContent Guidelines