[TMS/1] Dandelion

[TMS/1] Dandelion

  • WpView
    Reads 3,586
  • WpVote
    Votes 416
  • WpPart
    Parts 25
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 16, 2020
Amazing cover by @BayuPermana31 The Moment Series [1] - Skyla Athaya Hanantarahadjo Sahabat yang baik dan pengertian, Kakak yang over protektif, pintar, cantik, dan rendah hati. Semua dimilikinya. Hanya ada dua yang tidak bisa ia miliki. Keluarga yang harmonis dan orang yang dicintainya secara diam-diam sangat membencinya. Skyla seperti Dandelion. Kuat dan indah di pandang. Di satu sisi lain, bunga itu rapuh. Walau rapuh dan serbuknya selalu terbang setiap ada angin kencang menerpanya tapi itu tidak mengurangi sisi indah bunga itu. Malah itu menambah kesan uniknya. Dandelion memang tidak seindah bunga mawar. Tidak sebagus bunga lili. Dan juga tidak seunik bunga anggrek. Tetapi dia punya keunikan tersendiri. Dan itulah yang akan saya tulis di cerita ini. Selamat membaca.
All Rights Reserved
#31
arfan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Paradise
  • Shila [SELESAI]
  • DEVAN
  • 2 AYDEN ✓
  • 𝐁𝐫𝐨𝐤𝐞𝐧 𝐇𝐨𝐦𝐞? {𝐄𝐍𝐃}
  • RAIHAN STORY'S ✅
  • My Best Friend's (SELESAI)
  • Rain(y) Rei (COMPLETED)
  • Breathe
  • Dear Us [COMPLETED]
Paradise

(SUDAH TERBIT) PESAN DI SHOPEE LOVELYMEDIA. "Lihat saudaramu yang lain! Mereka berprestasi! Tidak buat onar! Membanggakan orang tua!" Baginya yang terbiasa dibandingkan dengan saudara sendiri, mendengar perkataan itu tak lagi menimbulkan sakit meski sesekali menangis dalam diam. "Woi cupu! Beresin nih sekalian buang sampahnya. Awas aja lo masih bisa santai disini." "Orang kayak lo emang pantes dapet temen?" "Makanya gak usah belagu! Dasar babu!" Lambat laun perkataan mereka tak lagi berefek pada hatinya, apa ini? Apakah ini yang disebut mati rasa? Ternyata ... setelah mati rasa pun ia tetap merasakan pahit yang sulit dijelaskan. Mengapa begitu banyak orang yang membencinya? Apa salahnya? Di mana letak kekurangannya? "Urus diri lo sendiri!" "Dasar manja!" "Qi, urusan abang bukan cuma kamu. Jangan egois." Ah, begitu. Ternyata di mata ketiga saudaranya pun ia terlihat manja dan menyusahkan. Bagaimana ini? Hatinya kini sudah pecah berkeping-keping, ia tak lagi merasakan dirinya sendiri. Harapannya ... sungguh sederhana, semoga kelak Ayah dan ketiga saudaranya dapat kembali menyayanginya. Semoga masa SMA-nya bisa seindah cerita novel yang ia baca. Semoga keinginan itu dapat ia rasakan sebelum ajal menjemputnya dengan paksa. .... Warning: violence, harsh word, bullying, suicide, etc. All picture from pinterest.

More details
WpActionLinkContent Guidelines