First Love [NEW]

First Love [NEW]

  • WpView
    Reads 863
  • WpVote
    Votes 52
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 2, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
Dia adalah Zaky. Murid biasa,dengan tinggi 185cm. Wajahnya yang oriental semakin nampak dengan ditambah paparan sinar matahari di pagi hari. ------------------------------- Terkejut dia melihat apa yang terjadi di depan matanya. Dia pun tidak kuasa dengan perasaannya, tak terasa air mata pun mengalir di pipinya.
All Rights Reserved
#176
teenlove
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Memories in Moon
  • Mr. Billionαire αnd I | [COMPLETED] ☑
  • With You (Completed)
  • Y O U
  • Her Yesterday, His Tomorrow
  • [COMPLETE] MASK: Love and The Secret of Life
  • Jasmine Blooms Between Us
  • SAMSARA LOKA [END]
  • Irreplaceable First Love
  • Accindental Love / Only For Love

Gadis ini menundukkan kepala membiarkan kucuran air membelai surainya. Hujan terus menggiringku untuk bermimpi, takala ia terus menyusuri tubuhku dari rambut, hingga ujung kaki. Aku hanya diam, air ini sedikit membuat ku tenang. Aku takut, aku gelisah. Aku ingin berteriak memaki keadaan. Memaki diriku. Hujan, akan kah dirimu marah jika ku maki dengan isak ku? Akankah dirimu menerima rasa takut ku? Trauma ku? Semua kegelisahan ku? Rasa tidak percaya ku akan diri ku sendiri? Adakah yang bisa menerimaku? Bulan, jika kau jadi aku, akankah tetap setegar dirimu? Apakah hujan adalah wujud kekecewaan mu pada diri sendiri? Apakah awan yang menutupi mu adalah caramu untuk menghilang? Akankah menghilang adalah wujud lelah mu? Bersembunyi dibalik awan, apakah itu bentuk ketakutan mu seperti aku takut menghadapi kenyataan? Boleh aku jadi dirimu? Jarang di lihat mata, di nanti sebelum purnama namun di sukai saat sempurna. Bulan, pernah kah kau takut akan cacian manusia yang begitu kejam? Bahkan, bintang yang dapat kau gapai bisa saja mencela mu. Rambu dari mereka selalu menusuk nurani. Hilang akal ku, hilang kepercayaan ku. Masih normalkah jika ku bilang ingin menghilang? Masih terimakah kau jika ku bilang mereka harus lenyap?

More details
WpActionLinkContent Guidelines