Teacher's Toy

Teacher's Toy

  • WpView
    Reads 470,106
  • WpVote
    Votes 13,556
  • WpPart
    Parts 24
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 26, 2016
Aku seorang gadis yang berniat untuk bunuh diri dengan meminum racun yang berbahaya di ruang laboratorium kimia di sekolahku. Berakhir dengan penyakit yang aneh yang mengharuskan ku datang setiap pulang sekolah menemui guru kimia yang ada di laboratorium kimia untuk menyembuhkan penyakitku. -Rere Arista- Karena ada murid bodoh yang meminum obat percobaanku, maka sepertinya hariku mulai sekarang akan menjadi lebih menarik. Aku akan sangat menikmatinya dan menanti-nanti hari esok. Permainan akan dimulai. -Arya Ardika-
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tulip
  • ANA UHIBBUKA FILLAH  (End)
  • i love komandan S1-♡
  • We Are One
  • Derita Istri Kedua Dosen
  • From Sorrow To Happiness || Mayor Teddy
  • Love You And Always Love You
  • My Last Chapter
  • Kamu dan Negara S1 [SELESAI]
  • The Forgotten Man
Tulip

Tobi seorang mahasiswa psikologi yang bercita-cita menjadi psikiater handal dan Tulip gadis cantik seorang karbol air force academy dipertemukan di sebuah kafe yang menjadi cikal bakal sejarah cinta mereka. Perbedaan sistem pendidikan membuat kisah cintanya harus berjalan LDR, menanti momen bahagia ketika dapat melihat wajah riang dan senyum manis di pipinya. Penantian yang tak berujung dari romantika yang begitu di dambakan, Harmonisasi kebahagian dari senyum di ujung pipinya dan rona merah saat dirinya tersipu. Berharap semua berjalan sesuai ekspetasi dari situasi yang telah di telan bumi. Aku dan dia dari sejarah cinta tanpa kepastian. Bersikukuh untuk mencintai dia yang telah tiada walau ku tahu terus mencintaimu adalah patah hati yang aku ciptakan sendiri. Aku tahu hatiku tak akan pernah sama lagi, tapi aku akan baik-baik saja. Terima kasih telah menabur benih kebahagiaan dalam hidupku, terima kasih karena telah menjadi alasanku untuk berjuang. Semua momen ini membuatku yakin bahwa pertemuanku dengannya bukanlah kebetulan melainkan takdir Tuhan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines