Story cover for Step by xluvinfinite
Step
  • WpView
    LECTURAS 106
  • WpVote
    Votos 8
  • WpPart
    Partes 2
  • WpView
    LECTURAS 106
  • WpVote
    Votos 8
  • WpPart
    Partes 2
Continúa, Has publicado oct 10, 2015
Apakah aku harus memilih? Kalian adalah orang-orang yang spesial untuk ku. Apakah aku harus mengakhiri ini semua, semua yang telah kita lalui bersama, baik duka maupun... suka? - L.Y


2023. Sebenarnya ini mudah, namun semua menjadi rumit ketika seorang dokter yang mempunyai masa lalu yang pahit, harus kembali ke masa lalu nya, dan memilih diantara banyak jalan yang akan ia tempuh. Semuanya berjalan sempurna dengan berbagai alat yang canggih, namun pada saat ia menentukan jalan terakhirnya dimasa lalu, seseorang menyabotase alat yang digunakan dokter itu dan...
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir Step a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#547vixx
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END] de Fratkn
56 partes Concluida
"Lo gak sadar? Kita sama-sama hancur. Gak ada keharmonisan dikeluarga kita. Tapi lo bermimpi buat membangun rumah tangga sama gue? Lo pikir bisa? Lo yakin gak akan buat tuh anak menderita dengan kelakuan kita di masa depan? Lo yakin bisa jadi orang tua yang baik sedangkan darah lo mengalir dari dna seorang yang paling lo benci?!" "Lo mau buat gue mati ngenes kayak almarhumah nyokap lo? Atau mau sama-sama saling selingkuh kayak keluarga gue? JAWAB ZINO!" Kina hanya sekedar mantan kok bagi Zino. Iyakah? Tapi yakin hanya mantan? Memangnya ada mantan cemburu ketika melihat dia bersama yang lain? Ada ya mantan yang masih peduli? Mantan yang justru marah sampai berujung nikah? Nikahnya kepaksa karena situasi. Tapi perasaannya tulus dari hati. Mereka seperti sepasang sepatu yang melalui masalah hidup bersama dan melangkah tanpa arah yang jelas. Berusaha menemukan tempat terbaik sebagai tempat tujuan. Bagaimanakah cara dua broken home yang tak pernah merasakan kehangatan keluarga itu menciptakan sebuah keluarga yang harmonis demi buah hati mereka? Mampukah mereka menjadi orang tua yang baik? Sedangkan dalam hidup mereka sendiri tak pernah menemukan sosok yang bisa dijadikan sebagai panutan hidup. ____ ●Kalimat dalam cerita tidak baku ●Mungkin terdapat beberapa kesalahan yang tak disadari ~JANGAN LUPA MENINGGALKAN JEJAKNYA SETELAH MEMBACA. BERUPA VOTE & KOMEN~ ---- Cerita yang saya buat semata-mata hanya untuk menghibur dan tidak untuk menyinggung pihak manapun. Maaf jika ada salah yang tidak saya sengaja ataupun tidak saya ketahui. ---- PERINGATAN..! CERITA YANG SAYA BUAT MURNI PEMIKIRAN SAYA SENDIRI. JADI TOLONG JANGAN COPY CERITA INI DENGAN ALASAN APAPUN..! PLAGIAT HARAP MENJAUH..! ___ Publikasi: 24-09-2023 ____
Quizás también te guste
Slide 1 of 10
[End] Behind The Heart cover
Wozry : The Green Fire Harph ✔ [REVISI] cover
Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END] cover
Antara  [End]  cover
DÉNOUER [✔] cover
BETWEEN cover
FATE - When I Love You [REVISI VERSION] cover
Kembali Untuk Memperbaiki 2 (END) cover
Singularity [END] cover
Truth and Choice (END) cover

[End] Behind The Heart

42 partes Concluida

[Romance] Follow dulu, baru dibaca. Avram Gian Pradipto -Dokter dengan tingkat kegagalan operasi 0%- Wanita itu melihatku tajam. Tanpa rasa terkejut, maupun cemas. Sebaliknya, ia balik tersenyum dan menunjukkan raut lega. Lalu pelan, bibirnya mulai berucap, "Tidak, terima kasih. Tapi, aku tidak ingin sembuh. Jadi, dok ... biarkan aku tetap sakit dan meninggal pada akhirnya." Galiya Mira Tabitha -Pasien dengan tingkat keinginan mati 100%- Pria itu melihatku bingung. Penuh rasa khawatir dan takut. Ia bertindak seakan dirinya adalah pasien dan aku sebagai dokternya. Lalu cepat, suaranya mulai kembali terdengar, "Saya tidak mengerti. Kenapa ... kenapa kamu bisa memiliki pikiran seperti itu? Kematian bukan sesuatu yang mudah. Dan saya ... saya tidak akan membiarkan kamu untuk meninggal. Tidak akan pernah." Bagaimana jadinya, jika seorang dokter yang selalu ingin menyelamatkan nyawa seseorang, bertemu dengan pasien yang tidak ingin diselamatkan? Akankah tercipta sebuah pengertian? Atau justru membentuk sebuah akhir menyedihkan?