Home
  • WpView
    Reads 123
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Nov 30, 2015
H.O.M.E Rumah? Akhirnya aku pulang ke tanah kelahiranku. Apa itu bisa disebut pulang ke rumah? Sedangkan sekarang aku malah pindah ke rumah kakaku, apa itu rumahku yang sebenarnya? Muncul orang orang baru di kehidupanku yang sekarang aku tak yakin pernah bertemu mereka sebelumnya. Tapi ada satu yang tampak familiar. Belum lagi ada beberapa hal yang aku lupakan. Mungkin aku melupakan banyak hal ketika pergi dan mereka seakan akan menyergapku sekarang ketika pulang. Apa itu? Ada bagian yang terlewat lalu hilang. Bingung!? *On Hold, sorry :(* ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------- ini adalah sekuel dari Hujan Lagi kali ini gue akan menulis dengan gaya yang sedikit berbeda, yaa walau sedikit pasti ada bedanya lah ya, hehehe jangan lupa vote dan comment ya selamat berimajinasi :)
All Rights Reserved
#173
bandung
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DUNIA HAMPA
  • My Vampire Boyfriend
  • Impian Untuk Hidup (End)
  • [END] Eternal Crystal
  • THE WIFE
  • Oh My Fiance! [COMPLETED]
  • masuk ke dunia CH?!{END}
  • Langit dan Bumi
  • Rewrite Our Memories [K-Lit] ✔
  • the magical forest {CH}

Hampa, kata itu menjadi hal yang ada di benaknya setiap kali ia pulang ke "rumah" miliknya. Tak ada niatan baginya, untuk sekedar membuat rumahnya lebih berwarna lagi. Dunianya terasa hampa, setiap kali ia ingin mengeluh. Ia kebingungan, mencari tempat untuk bersandar, dan bercerita tentang hari-harinya yang sulit. "Rumah" miliknya memang selalu berbeda, di sana sunyi. Di sana tidak terasa seperti ada kehidupan sedikit pun, hampa. Bahkan "rumah" yang dikatakan orang-orang sebagai tempat pulang itu, tak sama baginya. "Rumah" yang dianggap sebagai dunia kasih sayang bagi orang-orang, juga tak sama baginya. Semuanya bohong, semua tentang dirinya. Yang katanya menjadi kebanggaan bagi semua orang, tanpa ada kekurangan. Berjuta-juta lara tak pernah absen dari dirinya, seakan-akan seperti tidak ada detik tanpa kebohongan baginya. Sampai kapan, ia harus merasakan semua kesunyian ini? Kapan, kehampaan ini akan usai? Di mana, ia bisa mengekspresikan dirinya, selayaknya remaja pada umumnya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines