MY COOL HUSBAND

MY COOL HUSBAND

  • WpView
    Reads 274,246
  • WpVote
    Votes 9,843
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadComplete Tue, Jan 26, 2016
PROLOG Keira, gadis itu masih menunggu pria brengsek yang sangat ia sayangi itu pulang. Walaupun jam telah menunjukan tanda tengah malam Keira tetap menunggu dia, Ashraf Bratmawijaya. Laki laki yang bersifat dingin,kasar,cuek,dan arogan yang berstatus sebagai suami Keira karna kejadian konyol yang dibuat Keisha-- kembaran Keira-- hingga menyebabkan Keira terjebak dalam keadaan yang sangat menyedihkan ini. Kapan dan Bagaimana caranya agar kebahagiaannya bisa kembali?
All Rights Reserved
#8
ashraf
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aku Padamu Ya Ukhti (Selesai)
  • The Three Rings With Broken Vows { COMPLETE }
  • ARSHAWA [END]
  • SELINA [TERBIT & KARYAKARSA]
  • SewaPacar.com
  • Last Love
  • SENJA YANG TAK PERNAH PULANG
  • Annalia (Tamat)
  • The Day We Meet Again
  • The Colors of Pain and Hope [TERBIT]

"Memalukan." ujar Azzam sinis, tatapannya datar. Asya tersentak, senyumnya memudar, ada apalagi dengan suaminya. Kenapa sikapnya selalu berubah. Apa katanya tadi 'memalukan' apa maksudnya. "Ma-maksud mas apa?" tanya Asya bingung. "Jangan pura-pura tidak tahu." sinis Azzam. Asya mengerutkan keningnya. "Asya gak ngerti, maksudnya apa. Asya buat salah lagi?" jawabnya lirih. "Kenapa kamu itu gak bisa sadar diri." ujar Azzam dengan nada dingin. Asya menunduk dalam, "Kalo mas gak bilang Asya juga gak tahu." jawab Asya, suaranya mulai bergetar. Azzam mengusap wajahnya kasar, segera ia beristigfar. Takut syetan menguasai dirinya ketika marah. Dan melakukan hal-hal yang tidak diinginkan. "Tadi kamu pulang sama siapa?" tanya Azzam, matanya menyorot tajam. Asya yang melihat itu pun mulai takut. Ia lupa memberi tahu Azzam tentang itu, dan ... darimana Azzam tahu hal ini. Astagfirullah kenapa ia selalu saja ceroboh. "Gak bisa jawab, kan." sindir Azzam. Ia berjalan ke dalam kamar dan menutup pintu dengan keras. Asya segera tersadar dan menyusul langkah Azzam. "Mas Asya bisa jelasin." pekik Asya dari luar kamar, ia menggedor-gedor pintu namun tak digubris oleh Azzam. "Mas Azzam salah paham, Asya bisa jelasin. Itu semua gak kayak yang mas pikirin." ucap Asya dari luar. Hening. "Mas," panggil Asya mulai pasrah. Sepertinya Azzam benar-benar marah, ini semua karena kecerobohannya sendiri. Menyalahkan Fahmi juga bukan pembenaran, karena ia membantunya untuk menjalankan amanah. Cover by Nurhanifah

More details
WpActionLinkContent Guidelines