Kekasih Baik

Kekasih Baik

  • WpView
    Reads 317
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Oct 11, 2015
"Ayo sayang, kita cari tempat makan dan nongkrong yang asyik?" ujarmu kala itu. Kami mengarah ke jalan Siliwangi. Hanya butuh beberapa menit sebelum Sisi menunjuk sebuah tempat di sebalah kiri jalan. Kutatap tulisan mandarin yang tak bisa ku mengerti, untungnya pramusaji mereka berbicara bahasa Indonesia. Ada beberapa privat room berjejer di sepanjang langkah kami, sengaja kupilih tempat yang paling ujung. Ruangan yang berdinding kayu Merbau menjadi pilihan kami, terdapat meja berukuran besar, ada sekitar 8 kursi di ruangan ini. Bukan tempat nongkrong, gumamku dalam hati. Pramusaji menyerahkan daftar menu. Jujur, aku hampir ga mengenal semua menu yang tersedia. Berbeda dengan Sisi, ia dengan mudah menyebutkan semua pesanannya. Selama ini aku memang ga pernah makan di tempat seperti ini, aku kurang suka dengan makanan mewah. Aku pesan menu sama dengan apa yang disebutkan Sisi. Tak berapa lama, semua pesanan datang. Pintu ditutup dengan rapat, hanya ada kami berdua.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Eat, Bread and Love (TAMAT)
  • CINTA SELEBGRAM DAN TUAN CEO (SELESAI)
  • [END] Restoran Saya Membuat Dunia Menangis
  • GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT)
  • FRIEND WITH BENEFIT (SELESAI)
  • BACOD ( but i am in love)
  • Silent, Please! (Re-up)
  • BENANG PUTUS
  • Mimpi-mimpi Kecil dan Seribu Kemarau

"Put ...!," "Puput ...!," "Apaan sih !," "Sini dong," "Apaan !," "Sini, ini penting, lo harus tau !," Mau tidak mau Putri melangkahkan kakinya mendekati Mince. "Apa?," Mince memperlihatkan akun instagram kepada Putri, "Laki lo pasang foto telanjang dada," "Serius !," "Serius, sumpah !,"

More details
WpActionLinkContent Guidelines