BINTANG (ON HOLD)

BINTANG (ON HOLD)

  • WpView
    Reads 162
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Oct 24, 2015
Aku hanya seorang mahasiswi jurusan Sastra yang tak dikenal oleh siapapun- bahkan mungkin tak ada seorangpun yang menyadari kehadiranku- tentu saja selain para dosen. Hidupku biasa-biasa saja, tak ada istimewanya. Keseharianku sama seperti manusia pada umumnya. Bangun tidur di pagi hari, beraktivitas, dan tidur pada malam hari. Yang berbeda hanya manusia lainnya memiliki teman ataupun sahabat ataupun bahkan kekasih yang mewarnai hari-hari mereka. Jangankan sekedar untuk memiliki sahabat, teman saja bahkan aku tak punya. Memang salahku yang terlalu tertutup untuk berinteraksi dengan siapapun. Namun tak masalah, aku tak akan mati mengenaskan karna hanya tak memiliki teman. Ya ya.. terserah kalian mau mengatakan apapun tentangku. Tujuan hidupku hanya 2. 1. Lulus dengan nilai terbaik. 2. Menjadi seorang penulis yang hebat. Namun, Setelah dia datang semuanya berubah. Mulai dari keseharianku sampai dengan perasaanku. Dan aku tak tau ini akan berujung bahagia atau sebaliknya. Namaku Bintang Lianna Khalisha, awal perubahan dari hidupku di mulai dari sini.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Para Aktor di Jagat Kasar
  • Sexy Daddy
  • Andira [End]
  • -1 MARRIED BY ACCIDENT [ REPOST ]
  • ALLAND
  • Too Good To Be (True) Dominan [END]
  • SELEPAS KAU PERGI (END)
  • Komposisi Cinta (END)
  • Cikrak Cikruk [on Going]

Novel perjalanan seorang seniman dalam mendirikan idealismenya. Kemiskinan, profesi, harapan dan keberadaan seorang yang tak pernah diharapkan. Kepergian seorang ibu dan beban kemiskinan, telah mengantarkan sesosok aku menuju sebuah pencapaian dalam hidup sebagai seorang seniman amatir. Pekerjaan yang digelutinya tidak lantas merubah takdir kemiskinan dengan segera. Sebagai seorang sarjana yang belum khatam melihat dunia, tokoh aku dihadapkan dengan berbagai masalah yang ada. Keruwetan birokrasi, tatanan sosial, politik, hingga pertemanan dan privasi. Menjadi rintangan tersendiri bagi tokoh aku ini. Hingga ia mendapatkan tugas terakhirnya sebagai seorang sutradara, tidak banyak orang yang mengenalnya. Tapi tokoh aku tidak membutuhkan apa-apa, kecuali kesempatan untuk memulai hidup di hari mendatang dengan agenda baru.

More details
WpActionLinkContent Guidelines