His Rejected Secretary

His Rejected Secretary

  • WpView
    Leituras 26,630
  • WpVote
    Votos 1,606
  • WpPart
    Capítulos 5
WpMetadataReadMaduroEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização qua, mai 31, 2017
Praakkk... Pria itu melemparkan pena dan sebuah buku berukuran kecil tepat di hadapan Luce. "Tuliskan angka yang kau mau dan enyahlah dari hadapanku." Luce jelas tersinggung, belum sampai sepuluh menit dirinya berada di ruangan itu, namun pria yang akan menjadi atasannya itu justru menolak dirinya mentah-mentah. Apa-apaan manajemen di perusahaan ini? Geramnya dalam hati. "Maaf, pak. Saya sudah terikat kontrak di perusahaan ini selama tiga bulan masa percobaan. Jika Bapak keberatan dengan posisi saya sebagai sekretaris Anda, silahkan complain ke bagian HRD," ucap Luce dengan nada yang dibuat seberani mungkin. Jantungnya kebat-kebit saat mengucapkan kata-kata tadi. Namun ucapan dari Bu Helen menguatkan tekadnya untuk sebisa mungkin bertahan dalam menghadapi sikap sang bos yang arogan ini. Pria itu menghentikan aktivitasnya saat mendengar jawaban berani dari sang gadis di hadapannya. Mata elangnya menatap dengan penuh selidik dan penilaian yang pada akhirnya membuat rikuh gadis tersebut. Tak lama kemudian pria itu pun tersenyum mengejek. "Mari kita lihat, berapa detik kau akan bertahan gadis dekil." Tak lama kemudian pria itu tampak menghubungi seseorang lewat telepon di sampingnya. Luce tak begitu jelas mendengar bagian akhir dari kalimat tersebut. Batinnya meragu antara gadis kecil atau gadis dekil? Arghhh... Brengsek kau boss! Umpatnya dalam hati. Perempuan itu segera tahu bahwa pekerjaan ini tidak akan mudah mengingat sang bos yang telah lebih dulu menolaknya mentah-mentah. His Rejected Secretary.
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • TAWANAN KAISAR, HATI YANG TERIKAT [END]
  • Queen And Her Devil Boy {Completed)
  • Boss Is Annoying ✔️
  • Nikah Atau Potong Gaji ?!
  • Resign From You
  • Dealing with The President Director [REVISI]
  • GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT)
  • Bossy
  • NOT SAME (COMPLETE)
  • [SS] Touch the Cold Boss [On Going New Version]

Dikhianati oleh tunangannya sendiri. Gadis bersurai merah itu bukan hanya harus menelan luka akibat pengkhianatan, tapi juga terpaksa menjadi tawanan seorang pria dingin-yang dikenal kejam dan tidak waras oleh banyak orang. Lebih buruk lagi, pria itu berasal dari kekaisaran yang telah lama berseteru dengan kerajaannya. "Ya! Aku menyukai temanmu! Puaskah kau sekarang?!" teriak sang pangeran dengan sorot mata tajam. "Brengsek! Kau benar-benar pengkhianat! Menyukai sahabat tunanganmu sendiri?!" Cellie membalas dengan suara bergetar antara marah dan kecewa. "Itu dia! Itulah sikap yang kubenci darimu, Cellie!" "Kau keras kepala, egois, suka membantah. Kau bukan seperti Hanania-ia lembut, tahu sopan santun, dan tidak membangkang!" Wajah sang pangeran memerah karena amarah, tatapannya menusuk tajam ke arah Cellie yang menahan air mata. "Jangan pernah membandingkanku dengannya!" Cellie berseru, suaranya pecah karena tangis. "Aku adalah aku! Bukan dia!" "Cukup. Aku akan membatalkan pertunangan ini." Beberapa hari kemudian, dalam penjara bawah tanah kekaisaran seberang... "Kau... Lady Hertigan, tunangan sang putra mahkota, bukan?" Nada suara pria itu sinis, penuh cemooh. "Siapa kau, bajingan?! Kenapa kau membawaku ke tempat menjijikkan ini?! Lepaskan aku!" "Tunangannya atau bukan, itu bukan urusanmu!" teriak Cellie, mencoba memberontak meski tubuhnya terikat. "Kau akan tetap jadi tawananku," desis pria itu dingin. "Sampai tunanganmu mengembalikan wanita yang telah dia rebut dariku." Lalu, ia menunjuk langsung ke wajah Cellie. "Dan kau... jaga sikapmu." "Aku adalah putra mahkota kekaisaran. Kalau aku mau, aku bisa memenggal kepalamu kapan saja." Dengan ancaman itu, pria itu berbalik dan meninggalkan Cellie sendiri dalam gelap dan dinginnya penjara bawah tanah.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo