Beloved Vampire

Beloved Vampire

  • WpView
    Reads 1,931
  • WpVote
    Votes 26
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Nov 5, 2015
WpInfo
Fiction
Romance
Bicara tentang tunanganku, dia sangatlah tinggi dengan kulit yang putih pucat kadang aku berfikir. Laki laki ini terlihat cantik dan juga tampan di saat bersamaan, Bibirnya yang kecil, Jari jari panjang lentiknya, dan mata biru safirnya. Dia begitu sempurna Sudah kupastikan banyak perempuan di luar sana yang menginginkan pria ini, tapi kenapa dengan mudahnya dia menerima  pertunangan ini? Benar benar lucu Kadang aku menatapnya dengan tatapan terpesona kadang juga aku membencinya, tidak usah di pertanyakan… Dia pasti sering membuat kebisingan di sekitarku, perempuan perempuan di sekitarnya selalu menatapnya takjub dan juga membicarakannya. Hidupku sudah tidak lagi benar benar tenang. “Memikirkanku nona?” Deg. Laki laki itu, aku bahkan lupa jika sedang berhadapan dengannya. “apa kau sedang berpikir bagaimana tampannya tunanganmu ini, hmm? ***
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Impossible Wish
  • My Mate Is Little Wife (Selesai)
  • The Midnight Bride [TAMAT]
  • Slave? I'm the princess!
  • Kamu [SELESAI]✔
  • Moonlight [ REVISI ]
  • Luna Of The Wolves (Completed)
  • My Precious Luna (END)
  • QUEEN FOR ALPHA
  • The Hunter's Moon (Moon Series #1)

"Shit, mata gue salah. Jelas itu bukan dia! ia janji ga bakal bohong lagi! Enggak! Ini pasti cuma mirip" ucap seorang gadis bermata biru berambut panjang dengan air mata yang tak terbendung lagi. Sambil terus menyakinkan dirinya bahwa apa yang dilihatnya hanya halusinasi belaka. "You know? Terkadang bukan karena kebohongan kita membenci sesesorang, tapi karena sedih menerima kenyataan bahwa ia tak bisa lagi kita percaya" ucap seorang laki laki dengan nada dingin nya yang khas. Entah dari mana dia datang aku tidak tahu. Badanku kaku, lidah ku kelu dan kepalaku rasanya berat untuk menoleh. Dia langsung menarikku ke dalam pelukannya. Aku merasa menjadi orang yang sangat tidak berdaya sekarang. Bagaimana bisa orang itu dengan mudahnya memporak porandakan hidupku dalam satu kedipan mata? "Kemarin dia buat gue ngerasa begitu istimewa. Tapi sekarang, dia bikin gue ngerasa sama sekali gak diinginkan?" Ujar gadis bermata biru itu dengan berlinang air mata. "Gak selalu yang menurut lo itu baik adalah baik. Dan gak semua yang meurut lo itu buruk akan selalu buruk" Mendengar hal itu, gadis bermata biru itu hanya dapat menumpahkan kesedihannya dan air matanya di dada bidang pria itu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines