ANDAI DIA TAHU

ANDAI DIA TAHU

  • WpView
    Reads 45
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Oct 13, 2015
Tak terasa cahaya matahari seperti membangunkanku dan masuk lewat jendela kamarku, aku mulai bangun dari tidur lelapku, dengan santainya aku melihat jam weker ku yang mungkin sudah berulang kali berbunyi untuk membangunkanku dari tidur nyenyakku itu . Aku langsung bergegas mandi dan bersiap-siap berangkat ke sekolah ************ Sesampainya disekolah aku langsung bergabung dengan teman-temanku , bercanda riang, bergembira, sampai kadang tak terkendalikan . Allhamdulillah aku mempunyai teman-teman yang amat sangat sayang kepadaku, mereka menjadi keluarga ke-2 ku.. Hingga bel tanda masuk pun berbunyi dan saatnya untuk kami menjalankan rutinitas kami sebagai pelajar . Ya, akhir-akhir ini kita sangat disibukan dengan semua pelajaran, maklum kami sebentar lagi akan beranjak ke jenjang yang lebih penuh dengan tanggung jawab , tak terasa hari demi hari sudah terlewati dan mungkin hanya beberapa bulan lagi kita akan berpisah , karna kami sudah di jenjang kelas 3 . kebayangkan mulai seriusnya..
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Embun Pagi
  • [ANTOLOGI] Rewrite The Past
  • AWAL
  • Satu Sekolah Tiga Sahabat
  • Bawa Aku Pulang (End)
  • First Love [Proses Editing]
  • adek kelas [na jaemin] [proses revisi yeu]
  • M E M O R Y  (On Going)
  • Denial

Namaku Anahita Embun Prasetyo, aku hidup dalam keluarga kurang mampu yang memiliki seorang ayah penerima jasa antar jemput cuci kendaraan dan seorang ibu rumah tangga yang sangat penyayang. diusiaku yang masih menginjak 12tahun aku dituntut untuk mandiri dalam segala hal. tidak seperti selayaknya anak berusia belasan tahun yang masih memiliki kesempatan bermain dan bermanja-manja. bahkan aku terkadang merasa iri melihat teman-temanku yang bisa bermain dan terpenuhi keinginannya, seperti memiliki sepedah, boneka, dan peralatah sekolah yang layak. sedangkan aku yang setiap harinya sepulang sekolah selalu membantu ibu menjajakan kue nya keliling kota. aku yang menginginkan sesuatu harus dengan bekerja dahulu sebelum mendapatkannya terkadang merasa dunia ini sangat tidak adil, terkadang aku berfikir kenapa semua ini terjadi kepadaku, kenapa hanya keluargaku yang tuhan hukum atas kemiskinan. tapi walau begitu aku tidak pernah ingin berputus asa, karena ibu selalu berkata jika kita ikhlas dengan cobaan yang tuhan berikan maka sedikit banyak masalah yang kita hadapi pasti akan ada jalan keluarnya, rezeki dan nasib seseorang sudah diatur sedemikian rupa oleh tuhan. dimana kita yakin bahwa suatu saat akan ada masanya kita menjadi orang sukses dan menjadi orang yang beruntung. setiap kalimat yang ibukku katakan aku jadikan sebagai motivasi diriku agar kelak aku dapat menjadi orang yang berhasil dan membahagiakan mereka. meskipun sekarang banyak sekali cacian dan makian orang yang selalu merendahkan kami, tapi aku tetap berteguh pada tekadku untuk mengejar cita-citaku. aku ingin sekali menjadi seorang penulis karya yang dikenal banyak orang dan sukses, aku ingin dari hasil kerja kerasku mampu mengangkat derajat keluarga kami agar tidak ada lagi yang menghina dan merendahkan kami.

More details
WpActionLinkContent Guidelines