Violet
  • WpView
    Reads 22,192
  • WpVote
    Votes 316
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Nov 18, 2020
Kenapa yang tak pernah terbayangkan oleh Violet justru datang, lalu saat Violet membayangkan ... harapan itu pergi. Kemudian memori yang ingin Violet hapus, justru melekat dalam ingatan, tanpa ia menginginkannya untuk diputar ulang, memori itu bermain dalam lamunan saat Violet merindukan seseorang, waktu, perasaan dan segalanya yang tidak mungkin terulang kembali seperti manisnya waktu dulu. Copyright © 2015 by : Zulfa Nidrs
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BUNGA KEMBALI
  • Maybe
  • FIZYA
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • 'SILENT BONDS'  [ REVISI ]
  • VIOLAND [TERBIT]
  • The Chance
  • Remember?
  • Fake Love
  • The First, Not the Last

Mereka adalah saudara, mereka mencintai perempuan yang sama Malam itu, hujan turun dengan derasnya, membasahi jalanan yang sepi. Di balik jendela kamar yang temaram, seorang gadis duduk bersandar, matanya menatap kosong ke arah langit kelabu. Napasnya berat, pikirannya penuh. Hujan seakan mengerti perasaannya-dingin, gelisah, dan penuh ketidakpastian. Jauh di sudut kota, seorang pria berdiri di depan pintu apartemen, ragu untuk mengetuk. Tangannya mengepal, menggenggam sesuatu yang tak kasatmata-sebuah harapan, atau mungkin sekadar kenangan yang enggan ia lepaskan. Dulu, segalanya terasa sederhana. Kini, hanya ada jarak, kebisuan, dan perasaan yang tak lagi bisa mereka definisikan. Di tempat lain, seorang lelaki menatap bayangannya sendiri di cermin. Mata yang dulu penuh gairah kini menyimpan kehampaan. Cinta yang ia genggam dulu, kini terasa seperti pasir yang perlahan menghilang di antara jemarinya. Mereka bertiga, terikat oleh kisah yang tak pernah sederhana. Cinta, kehilangan, pengorbanan-semua bercampur menjadi satu dalam kisah ini. Dan malam ini, takdir mulai menuliskan babak terakhirnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines