Kunanti Islammu (Slow Update)

Kunanti Islammu (Slow Update)

  • WpView
    Reads 12,124
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jan 26, 2017
Kita saling mencintai dalam diam Kita saling mencinta dengan segala kekurangan yang kita miliki Kita saling mencintai karena paras wajah yang sama sama memancarkan keteduhan Kita saling mencintai dengan segenap cinta yang ada dihati Dan, Kita juga saling mencintai karena Tuhan. Namun pantaskah itu semua, bila keyakinan menghalangi cinta kita? Cinta yang telah kita jaga dengan sepenuh hati, namun terhalang oleh keyakinan kita? Terlalu sulit, terlalu sakit, dan terlalu berat untuk kita jalani. Tapi Insha Allah, aku akan menunggu. Menunggu bila memang kita ditakdirkan untuk bersama, maka Allah akan memberikan jalan untuk apa yang telah kita pertahankan, dan apa yang telah kita jaga dengan baik. Insha Allah. ----- Assalamu alaikum readers ku tercintah, alhamdulillah ini adalah novel ke 2 aku. Semoga banyak yang suka. hope you enjoy it, don't forget to vote and comment
All Rights Reserved
#55
perbedaanagama
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tasbih Pengantar Jodoh ( Terbit )
  • SSS [1] Pengagum Langit ✔
  • 𝐙𝐈𝐍𝐍𝐈𝐀
  • Ikhwan [SELESAI]
  • Jalan Kita Berbeda [✔]
  • A B I A N : Insaf Boy  [END]
  • Begin Again
  • ZA&RA
  • HARA
  • couple till jannah

TELAH TERBIT DI CV FIRAZ MEDIA PUBLISHER Maulana Malik Ibrahim. Dia kira, dia yang paling terluka. Ternyata selama ini dia yang membuat hati seorang perempuan terluka. Dia kira, dia sudah cukup menghargai perasaan perempuan. Tetapi ternyata, dia tidak memedulikan perasaan perempuan yang mencintainya dengan tulus. Orang bilang, dia pintar. Tapi ternyata dia bodoh dalam urusan cinta. Dia merasa .... Dia mencintai Naima seperti Qais mencintai Laila. Namun, pada kenyataannya dia hanya larut dalam kagumnya yang berlebih. Dia terlalu mendamba menginginkan mempunyai pasangan yang pintar dan keibuan. Sampai-sampai dia tidak sadar telah memberitahukan perasaannya pada Fatimah - perempuan yang mencintainya. "Saya menyukai seorang perempuan. Dia perempuan yang pintar. Dia memang bukan perempuan yang sangat cantik. Tapi bagi saya, seorang perempuan setidaknya harus pintar, karena nantinya perempuan yang akan menjadi madrasah pertama anak-anaknya." Fatimah terdiam untuk beberapa saat. Sampai akhirnya dia memberanikan diri untuk bertanya, "siapa perempuan itu, Kak?" Dengan senyuman yang mengembang Alan menjawab, "dia adik kelas saya." Deg. Alan tidak pernah tahu, ketika dia mengatakan itu hati Fatimah terluka. Fatimah sadari, dia bukanlah perempuan yang Alan maksud. Dia hanya perempuan biasa dan dia bukan adik kelas Alan. Dia hanya berusaha untuk ikhlas menerima kenyataan. Tetapi, ternyata goresan takdir Allah begitu hebat. Setelah Fatimah menjauh, ternyata takdir membuat Alan menjadi jauh dengan Naima. Sampai pada kesempatan waktu Alan bertanya pada Fatimah. "Apakah saya ada dalam doamu, Fa?" Fatimah terdiam. Dia bimbang, apa yang harus ia jawab? Sampai akhirnya Alan kembali bersuara. "Jikalau iya, berarti doamu sangat kuat. Sebab semakin lama, perempuan yang saya suka semakin menjauh dari saya. Tapi jika itu bukan doamu, mungkin doa orang lain yang benar-benar ingin mendapatkannya." ★★★ Instagram: @Si_coklatsenja

More details
WpActionLinkContent Guidelines