Waiting For

Waiting For

  • WpView
    Reads 118,529
  • WpVote
    Votes 5,177
  • WpPart
    Parts 39
WpMetadataReadComplete Tue, Apr 12, 2016
Gadis itu seperti angin yang berhembus di malam hari. Dingin dan menusuk kulit. Saat dia terpuruk dan terjatuh, dia tak akan menunjukkan rasa sakitnya. Lukanya. Dan yang paling jelas adalah sikap dinginnya yang entah sejak kapan dan bagaimana dia bisa memilikinya. Lelaki itu seperti bulan yang menyinari bumi di malam hari. Saat semua mulai menggelap, bulan itu menunjukkan sinarnya, sebagai sebuah harapan. Tak lupa juga sifat tidak terprediksinya yang membuat orang sulit untuk membaca pikirannya. Tapi siapa sangka jika lelaki itu punya alasan terkuat untuk kembali ke tempat dimana seharusnya ia berlabuh? Jika si gadis angin tidak ingin mencintai si lelaki bulan, lalu kenapa dia tidak bisa melupakan perasaannya? Well... Because you are the only one i've been waiting for - E.L (131115) Ilustration by On_seventeenth Copyright by On_seventeenth
All Rights Reserved
#17
unpredictable
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • R E T A K [1] ✓
  • Holla, Hiper! (Complete)
  • 𝐁𝐫𝐨𝐤𝐞𝐧 𝐇𝐨𝐦𝐞? {𝐄𝐍𝐃}
  • Too Far to Hold [COMPLETED]
  • PLUTO
  • Pertemanan di balik Kutukan [On Going]
  • Paradise
  • Breathe
  • LANGIT JINGGA (TAMAT)
  • Z O W I E

#1 Long Way to Home [teenlit] JUDUL AWAL: PULANG Hidup seorang Regan memang tak genap, tapi lantas bukan berarti retak; compang-camping. Dia bahagia, meski hanya hidup berdua dengan sang Mama. Sampai suatu hari, Regan dipaksa untuk mengerti keegoisan sang Mama. Memahami keputusan orang dewasa yang tak mudah baginya. Hidupnya jungkir-balik. Tiba-tiba segalanya sudah tidak pada tempatnya lagi. Setiap langkah yang terayun, hanya menambah luka dan sesak. Dia tidak tahu, kalau dunianya tidak sesederhana yang dia kira. Dia juga luput menyadari, kalau sejak awal segalanya sudah salah. Amat salah. Namun, kehadiran Ody membantu banyak. Gadis itu menjanjikan dirinya selalu ada; dalam tangis dan tawa. Menjadi teman yang menemani kala badai mengamuk. Memberi tempat terbaik untuk Regan berteduh dan mengeluh. Apakah hanya sampai di sana? Bagaimana kalau retak itu justru membawa Regan pada masa lalu? Merunut sesuatu yang lebih menyakitkan, siap atau tidak. Started 13/02/2018, till the end. Pic: pinterest Desain cover: lanamedia

More details
WpActionLinkContent Guidelines