Story cover for Waiting For by On_seventeenth
Waiting For
  • WpView
    Membaca 118,459
  • WpVote
    Vote 5,177
  • WpPart
    Bab 39
  • WpView
    Membaca 118,459
  • WpVote
    Vote 5,177
  • WpPart
    Bab 39
Lengkap, Awal publikasi Okt 14, 2015
Gadis itu seperti angin yang berhembus di malam hari. Dingin dan menusuk kulit. Saat dia terpuruk dan terjatuh, dia tak akan menunjukkan rasa sakitnya. Lukanya. Dan yang paling jelas adalah sikap dinginnya yang entah sejak kapan dan bagaimana dia bisa memilikinya.

Lelaki itu seperti bulan yang menyinari bumi di malam hari. Saat semua mulai menggelap, bulan itu menunjukkan sinarnya, sebagai sebuah harapan. Tak lupa juga sifat tidak terprediksinya yang membuat orang sulit untuk membaca pikirannya. Tapi siapa sangka jika lelaki itu punya alasan terkuat untuk kembali ke tempat dimana seharusnya ia berlabuh?

Jika si gadis angin tidak ingin mencintai si lelaki bulan, lalu kenapa dia tidak bisa melupakan perasaannya? Well...
Because you are the only one i've been waiting for - E.L

(131115)
Ilustration by On_seventeenth
Copyright by On_seventeenth
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Daftar untuk menambahkan Waiting For ke perpustakaan kamu dan menerima pembaruan
atau
#197comfort
Panduan Muatan
anda mungkin juga menyukai
CINDY : Sebelum Aku Pergi oleh rasainiindah
11 bab Bersambung
"Apa yang sanggup memisahkan dua hati yang saling mencinta? Katakan padaku, Cindy." Suara Rayven terdengar serak, seolah setiap katanya membawa luka yang tak bisa disembuhkan. Tatapan matanya merintih, memohon jawaban dari gadis yang berdiri di hadapannya-jawaban yang mungkin bisa menyelamatkan hatinya dari kehancuran. Cindy menatap tanah sejenak, bibirnya bergetar. Ia mengangkat wajahnya perlahan, menatap mata Rayven dengan pandangan yang dipenuhi air mata dan rasa sesal. Dengan suara yang lirih, sehalus angin yang menyesap di antara rinai hujan, ia menjawab: "Waktu, Rayven... dan tempat yang tak lagi sama." Air matanya jatuh, tanpa bisa dicegah, menyatu dengan tetes hujan yang membasahi dunia di sekitar mereka. Hujan turun seolah ikut menangis, mengiringi jiwa yang saling mencinta namun tak bisa bersama. Rayven menggeleng pelan, hatinya mencabik dari dalam. Ia meraih tangan Cindy, memohon dengan sisa harapan yang ia miliki, Namun Cindy menarik tangannya, perlahan tapi pasti, lalu melangkah mundur. "Kalau waktu memisahkan kita... maka aku akan menunggu selamanya!" Rayven berseru, suaranya nyaris patah. "Cindy, tolong... beri aku alasan! Kenapa kamu harus pergi? Kenapa bukan kita yang melawan dunia ini bersama?" Cindy tersenyum dalam tangisnya. "Karena tidak semua cinta ditakdirkan untuk dimenangkan, Rayven..." Kemudian ia berbalik, melangkah pergi, meninggalkan Rayven di tengah hujan yang kini terasa jauh lebih dingin dari sebelumnya.
Too Far to Hold [COMPLETED] oleh beliawritingmarathon
48 bab Lengkap
[Proses Terbit] "Kamu sangat dekat hanya dalam mimpiku" Novel dua sudut pandang by Fifi Alfiana Alana You just can help someone that he wants to be helped. Trust me, semua orang yang berusaha membantunya akan gagal. I can't believe even to my self, kenapa bisa jatuh cinta padanya? Wingga Those who were damaged weren't fixable. Bahkan ketika sudah diperbaiki, tidak akan sama lagi. Coba saja pecahkan cermin, lalu kamu perbaiki. Yakin ketika kamu bercermin wajahmu tidak terbelah? Itu juga berlaku untuk hati. Setelah tersakiti, yakin kamu bisa jatuh cinta lagi? Ibarat iklan Beng-beng, Alana suka makan Beng-beng dingin, dan Wingga suka makan Beng-beng langsung. Satu di kutub utara, satu di hutan amazon. Alana bahkan merasa dia seperti anak kucing yang ingin mengobrol dengan jerapah. Bagaimana mungkin mereka bisa bertemu, bahkan sampai Wingga mampu menceritakan rasa sakit yang sudah dia pendam bertahun-tahun? Bagaimana kelanjutan kisah mereka berdua, akankah cinta meluluhkan hati Wingga? Akankah Alana tetap berjuang untuk bersama Wingga? Ataukah justru Alana berhenti di tengah jalan, menyerah pada rasa cintanya sendiri? ___________________________________________________________________________ Halo readers tersayang! Perkenalkan, aku Fifi Alfiana, perantara kisah Alana & Wingga yang hendak kalian baca ini. Kenapa aku bilang perantara? Yah, bisa jadi di dunia ini secara paralel dengan tulisan ini dimuat disini, ada Alana-Wingga yang lain yang sedang melalui hal serupa. Dunia ini luas, sangat. Tapi kemudian dunia ini tetiba berasa kecil karena dengan komunikasi, segalanya terasa dekat. Kisah ini saya tulis bersamaan dengan perjalanan pengalaman saya kuliah (baca: main-main) di Korea Selatan. Sangat jauh di mata, tapi dekat di hati kan? Wkwk sowwy kalau lebays. Btw, you can drop a hello to me via: IG: @fifi.alfiana, Wattpad: @fifi_alfiana Let's be friends! :)
anda mungkin juga menyukai
Slide 1 of 10
DENNIES cover
CINDY : Sebelum Aku Pergi cover
Paradise cover
LANGIT JINGGA (TAMAT) cover
Juan [REVISI] cover
Too Far to Hold [COMPLETED] cover
𝐁𝐫𝐨𝐤𝐞𝐧 𝐇𝐨𝐦𝐞? {𝐄𝐍𝐃}  cover
Angin cover
2 AYDEN ✓  cover
Aku dan Luka [Sudah Terbit]  cover

DENNIES

49 bab Lengkap

[⚠️FOLLOW dulu sebelum membaca] Author: yakin mau baca? Udah siapin tissu?😌 ~~ 'Tentang dia, yang diamnya menyimpan banyak luka'. Kata ibu, sebagai seorang lelaki, Dennies harus bisa hidup mandiri, hidup keras merupakan hal lumrah yang dialami setiap orang. Hingga pada saat hal itu benar-benar terjadi, saat kerasnya hidup itu datang berhadapan langsung dengan Dennies, setidaknya Dennies tahu, bahwa ia bukanlah satu-satunya orang yang terpukul atas itu. Semuanya telah Dennies lalui seorang diri, mengarungi kerasnya arus hidup yang kadang memberinya badai, membuatnya jatuh, dan bukan hanya sekali ia terbentur akan kenyataan pahit yang harus ia terima. Tapi, Dennies kuat. Ini tentang Dennies, pemuda yang menjadi realisasi nyata dari pepatah, don't see a book by the cover. Pemuda yang menyimpan sejuta luka yang ia balut dalam diamnya, pemuda yang menyembunyikan kecewa yang tak terhitung jumlahnya, dan pemuda yang selalu berdiri kokoh bahkan disaat badai itu kembali menerjangnya. "Jadilah seperti pohon, yang tetap berdiri kokoh, meski angin berkali-kali menerjangnya." Namun sekokoh-kokohnya pohon, bukankah ia bisa tumbang juga saat angin yang terlalu besar menerjangnya? Dan Dennies, mampukan ia untuk tetap kokoh saat ujian itu lagi dan lagi datang menerjangnya dengan tanpa ampun?