Tentang Rasa

Tentang Rasa

  • WpView
    Reads 4,396
  • WpVote
    Votes 83
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 8, 2020
----------- FOLLOW AKUN DREAME : risyaani ----------- "Apa?" Tanya laki-laki itu dengan wajah yang super duper menyebalkan untuk dilihat oleh Vanya. "Lo nggak ada perasaan bersalah gitu sama gue? Setelah lo buat gue jatuh?" ucap Vanya kesal. "Hah? Nggak ada. Lo jatuh kan karena lo nya aja yang nggak lihat jalan. Udah tahu badan lo kecil, pendek lagi. Tapi sok-sok an bawa buku tumpukan gitu." Ucap Ardan dengan nada yang meremehkan. *** "Jadi gini, bulan November nanti akan ada perlombaan Taekwondo Nasional yang akan diadakan di kota Bogor. Selama 1 bulan sebelum lomba para atlet akan dikarantina terlebih dulu. Dan kalian bapak panggil untuk menjadi perwakilan dari sekolah kita. Bagaimana?" Ucap Pak Gani sambil menatap kearah dua muridnya. . "Baik,kami terima tawaran Bapak. Saya rasa nggak ada salahnya saya mencoba sekaligus meningkatkan kemampuan saya. Oh iya pak.. untuk masa karantina dimulai kapan? Biar kami bisa prepare." *** Perlombaan yang akhirnya membawa mereka menuju sebuah perasaan asing yang seharusnya tak mereka rasakan. Membuat mereka berada pada dua pilihan. Akankah mereka bersama atau berpisah untuk menjaga hati seseorang?
All Rights Reserved
#613
hati
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DESPERATE (COMPLETED) ✔
  • HAFI & NABILA [REVISI]
  • Possesive Playboy
  • Evando&Seraphine [END]
  • REVANO [ SELESAI ]
  • GERALDI [SUDAH TERBIT]
  • My Cold Stalker (COMPLETED✔️)
  • Daniel
  • Bad Girl VS Bad Boy {END}
  • GERA (SUDAH TERBIT)

#1-wattpad (20 juli 2020) "Ezhar--lo mau gak jadi pacar gue." Menggunakan pengeras suara Sifa berbicara di tengah lapangan sekolah menghampiri Ezhar yang tengah bermain basket. "Lo gila?" Bisik Ezhar, tatapan nya sudah tajam pada Sifa. "Lo bukan tipe cowok yang bakalan mempermalukan cewek di depan semua orang kan?" "Iya, kecuali lo gue gak peduli semalu apapun lo." Tegas Ezhar sudah ingin bergerak ke pinggir lapangan. "Zhar." Lirih Sifa putus asa memegang lengan Ezhar. Ezhar menghela nafas, ia kalah saat melihat mata Sifa yang memohon padanya. "Gue terima." Dia berbicara menggunakan pengeras suara yang dipegang Sifa. Setelah itu Ezhar membawa Sifa ke pinggir lapang, dengan sorakan riuh semua siswa yang melihat kejadian tadi. Tidak peduli sekeras apapun perjuangan dan usahanya, dia masih sangat tak terbayang bahwa hidupnya begitu malang. Untuk melepaskan diri dari situasi buruk, dia sangat membutuhkan kesempatan besar dalam hidupnya. Ketika putus asa menghampiri, satu kata yang terbesit yaitu nekat. #Mencari jalan keluar dari semua kesulitan. #Desperate #terimakasih telah lahir di dunia ini.

More details
WpActionLinkContent Guidelines