Hurt
  • WpView
    Reads 6,412
  • WpVote
    Votes 493
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 17, 2016
Karena aku tidak tahu dan terlalu takut untuk tahu, bagaimana nantinya jika jarak antara kita berubah .. Entah itu makin dekat atau akan semakin menjauh.. Semua itu semata-mata hanya untuk menutupi kenyataan bahwa aku mencintaimu.. Aku menginginkan hal yang lebih daripada hanya menghiburmu, tersenyum dibalik punggung mu, bahkan aku ingin berjalan disampingmu, bukannya berlari mengejar bayangmu, yang sepertinya tak tahu kapan dapat ku gapai.. Aku juga ingin bertukar posisi denganmu, aku ingin menjadi yang 'dikhawatirkan' bukan yang 'mengkhawatirkan' Dapatkah aku bertahan dibelakangmu, meskipun kau selalu mengukir goresan luka.. Luka yang menikam, namun juga luka yang kunikmati sebagai tamengku untuk bertahan .. Bisakah?
All Rights Reserved
#48
theovertunes
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • RANNA
  • Arsyilazka
  • HATI💔 YANG TERPILIH
  • Ex or New? [REVISI]
  • When You Were Here
  • Terkunci Dalam Takdir
  • Senja Tanpa Jingga
  • Dalam diam
  • GARIS SUNYI YANG BERTAUT
  • Stupid Love [END]
RANNA

Tidak semua hal yang berawal indah berakhir dengan indah. Tidak semua hal yang manis akan selamanya manis. Tidak semua hal yang selalu ada akan tetap begitu, apakah kamu juga begitu? Tidak semua kisah cinta di penuhi dengan cinta. Tidak semua ketulusan di balas dengan semestinya. Tidak semua orang mengerti itu, apakah itu kamu? Inilah kisahnya, Ketulusannya di ambil dari keikhlasannya. Cintanya di ambil dari pembuktiannya. Apapun akhir kisahnya nanti, setidaknya kita pernah berada dalam alur yang sama meski dalam peran yang berbeda. Akkhirnya, perjalanan panjang ini sudah menemukan tujuannya. Meski pada akhirnya, kita tiba di pelabuhan yang berbeda. Sepertinya, ada yang salah dalam perjalanan kita kemarin. Bukan kita, lebih tepatnya aku dan kamu. Aku yang pernah mencintaimu sampai sehabis-habisnya, dan kamu yang menghabiskan cintaku sampai hilang tak bersisa. Terimakasih pernah menjadi salah satu bagian terpenting dalam kehidupan ini. Aku akan mengenangmu sebagai orang yang pernah sangat aku cintai. Aku akan mengingat segalanya tanpa ada yang terlewatkan, bahkan sampai semua itu bosan untuk hinggap di ingatanku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines