Hurt
  • WpView
    Reads 6,411
  • WpVote
    Votes 493
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 17, 2016
Karena aku tidak tahu dan terlalu takut untuk tahu, bagaimana nantinya jika jarak antara kita berubah .. Entah itu makin dekat atau akan semakin menjauh.. Semua itu semata-mata hanya untuk menutupi kenyataan bahwa aku mencintaimu.. Aku menginginkan hal yang lebih daripada hanya menghiburmu, tersenyum dibalik punggung mu, bahkan aku ingin berjalan disampingmu, bukannya berlari mengejar bayangmu, yang sepertinya tak tahu kapan dapat ku gapai.. Aku juga ingin bertukar posisi denganmu, aku ingin menjadi yang 'dikhawatirkan' bukan yang 'mengkhawatirkan' Dapatkah aku bertahan dibelakangmu, meskipun kau selalu mengukir goresan luka.. Luka yang menikam, namun juga luka yang kunikmati sebagai tamengku untuk bertahan .. Bisakah?
All Rights Reserved
#46
theovertunes
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Shivviness[END]
  • Why Do You Love Me [COMPLETED]
  • Karena Kamu Rumahnya
  • HATI💔 YANG TERPILIH
  • Dalam diam
  • Senja Tanpa Jingga
  • When You Were Here
  • Terkunci Dalam Takdir
  • Neyralgis||On Going
  • THREE GIRLS AND ALL STAR  [REVISI]

Suatu ketika aku bermimpi. Berlari tanpa arah di tengah jalan berkabut. Dan batu kecil pun bisa membuatku jatuh tersandung. Dengan rasa sakit, tak mampu berdiri sendiri. Aku menengadahkan kepala dan melihat sosok samar orang yang kusukai. Dia hanya terdiam seraya perlahan mengulurkan tangannya menanti aku tuk meraihnya. Begitulah... tangan itu memang harus kuraih sendiri. Aku harus berusaha menggapainya. "Akan kuraih..." sesaat aku berpikir seperti itu, seraya kuulurkan tanganku padanya. Kau tahu apa yang terjadi padaku kemudian?... Tanpa kusadari ada sosok lain yang sudah lebih dahulu mendekat dan membantuku kembali berdiri. Tangannya tak hanya terulur tetapi juga dengan erat menggenggamku. "Tenanglah." bisiknya, "Aku akan selalu ada untukmu." Kabut perlahan menghilang, memperlihatkan dengan jelas sosok didekatku itu. Aku tak terkejut. Aku sudah tahu, ternyata memang dia. Selalu dia... Karena bahagia sesederhana itu..

More details
WpActionLinkContent Guidelines