That My Husband? can't believe

That My Husband? can't believe

  • WpView
    Reads 346,868
  • WpVote
    Votes 9,752
  • WpPart
    Parts 56
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 5, 2021
Namaku Hanny Sophia Lauren. Usiaku 25 tahun ya di usia itu semsetinya Sudan menikah tapi sebaliknya aku belum menikah. aku kadang iri dengan teman temanku yang kebanyak sudah menikah Dan memiliki anak. sampai suatu hari Ada kabar bahwa Ada Yang melamarku Dan aku tidak tau siapa dia. aku kesal Dan shock banget karena mereka maupun keluargaku tidak memberitahuku. ya sebenarnya aku tahu tapi aku kirain hanya bercanda, aku masih ingat ayah, ehm aku jadi sedih kalau mengigat ayah karena beliau sudah tidak Ada telah tenang di sana. waktu ayah masih ada, aku ingat waktu itu beliau Tiba Tiba ke sekolahan tempat aku mengajar,ia aku seorang guru di sekolah menengah pertama. aku kaget atas kedatangan ayah Dan beliau memberitahuku bahwa hari ini jam 3 sore keluarga laki laki Yang ingin melamarku akan melamarku Dan ayah menyuruhku untik tidak pulang sampai acara lamaran tersebut selesai. aku mengangguk menandakan aku setuju kemudian ayah pergi pulang. aku kadang berpikir semestinya aku senang....
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Don't call it love!
  • RAVENDRA
  • M E M O R Y  (On Going)
  • Cinnamon Baby
  • REGATHAN [END]
  •  Cuman Kebetulan
  • Here With Me
  • Sahabat ... Nikah, Yuk! [Republish]
  • philopobhia

Semesta rasanya tidak berpihak pada Cyntia. Tidak hanya perusahaannya yang sedang berada dibawah roda kehidupan, tetapi neneknya sakit dan terus memaksanya menikah. Orang yang ia cintai dan mencintainya pun hilang tak ada kabar. Tak ada pertolongan rasanya. Pada akhirnya pilihan terburuk muncul. Ah, mungkin tak bisa disebut pilihan. Ia harus melakukan itu dengan terpaksa. Pria yang melukiskan kehidupan kelamnya pun muncul. Konyol rasanya saat pria itu mengajaknya menikah. *** Aku tak tahu apa itu cinta. Bahkan, saat ini bagiku itu satu kata yang abstrak luar biasa. Baginya rasa yang terasa itu cinta, tetapi mengapa rasanya merusak jiwa raga. Bagiku itu bukan cinta, melainkan suatu rasa yang amat hampa. Akhirnya satu kata menjadi beda makna. "Bukankah kau sangat membenciku?" Tanyaku. Ia diam, tanpa menatap mataku. Secara tak sadar aku tersenyum sinis padanya dan aku berusaha menahan rasa kesalku. "Apakah melemparkan susu basi ke wajahku adalah bentuk rasa suka?" Aku mengungkit masa lalu. Matanya pun mulai menatap mataku. Aku takut dengan wajah itu. Di bawah meja tersembunyi tangan gemetarku. Mataku berpura-pura tegar saat bertemu matanya itu. Aku berusaha bicara meski lidahku terasa kelu. Aku berusaha berdiri tegak meski kakiku tak berdaya. Waktunya pergi dari hadapannya. Aku akan katakan terakhir kalinya. "Jangan sebut itu cinta!" "Aku melamarmu bukan karena cinta. Bukankah, seharusnya kau yang memohon padaku agar kita bisa memanfaatkan satu sama lain?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines