Love Story

Love Story

  • WpView
    Leituras 152
  • WpVote
    Votos 6
  • WpPart
    Capítulos 6
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização dom, out 18, 2015
WpInfo
Ficção
Romance
Emily berjalan menelusuri koridor sekolahnya untuk mencari kelas XI IPS 2. Mengecek setiap ruangan tetapi ia tidak menemukan kelasnya itu. bruk. "wadaw". Emily Mengiris karna ia baru saja terjatuh karna tertubruk oleh sesuatu. Ia membuka matanya dan melihat sepasang kaki yang memakai sepatu Nike futsal. "sorry" ucap laki-laki itu. Ia menoleh ke arah atas untuk melihat siapa yang menabraknya barusan sembari berusaha berdiri. Ia kebetulan melihat nametag nya terlebih dahulu. "Fandy Pratama" gumam emily. --- Gimana ya kelanjutannya? Baca dan nantikan update-an nya ya!
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Treat You Like An Enemy | ✔
  • Treacherous
  • ELGITA: Yang Tak Pernah Terucap (END)
  • DLS [ 2 ] Ansellina
  • Silver Lining ✅
  • GASA [end]
  • PERFECT BAD COUPLE (TERBIT)
  • RAISEN
  • Cold and Careless [END]

[Amazing cover art by: Laven K. | @LavenWho] [⚔️] [TEEN FICTION-ROMANCE, COMEDY] Diajari secara private oleh Fro ditambah fakta bahwa ia adalah Wali Kelas di kelasku memang menyebalkan. Karena sifatku yang tak acuh dengan pelajaran, Mama menyuruh salah satu pria muda yang sebelumnya adalah Wakil Direktur di perusahaan Mama untuk menjadi guru private-ku. Frosta Maximo. Guru itu memang tidak terduga. Segala pelajaran sekolah sudah ia hafal. Semuanya ia mampu kuasai dengan baik, seperti komputer. Diajari oleh Fro sama seperti dimarahi oleh Mamaku. Tidak ada hentinya! Sifatnya saja yang pura-pura baik. Padahal sewaktu bersamaku, ia suka sekali membuatku kesal. Benar-benar iblis! Lebih parahnya lagi, ia berjanji akan menghadiahiku dengan memberikan nomor ponsel seorang pria yang kusuka, Edgar. Setiap kali aku melawan kata-kata pria itu, ia selalu mengancamnya dengan janji yang telah ia ucapkan dulu. Rasanya aku ingin sekali melempar barbel pada wajahnya agar aku tidak perlu melihat pria itu. Demi apa pun, aku benar-benar kesal dengannya. Tapi, yang bisa kulakukan hanya bersabar. Sabar sampai waktu pembalasanku yang tepat. Tunggu saja, kamu akan kubalas! Dasar guru iblis! 📌 Cerita ini mampu membuat kalian senyum-senyum sendiri, kesal, kecewa, dan menangis di saat bersamaan. 📌 ©copyright by Grace Kosuga

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo