APAKAH DIA MENCINTAIKU ?

APAKAH DIA MENCINTAIKU ?

  • WpView
    Leituras 108
  • WpVote
    Votos 3
  • WpPart
    Capítulos 1
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização sáb, dez 19, 2015
Aku tak mengerti, kenapa rasa itu bisa muncul ditengah-tengah pertemanan Aku dan Arfi. Ya, Arfi itu adalah temanku. Teman yang baru saja aku kenal sebulan yang lalu. Selama dua tahun belakangan aku semakin dekat dengannya selain karena kami selalu sekelas. Begitu pula rasa sayangku. Rasa itu semakin mendalam dan semakin besar untuknya. Beberapa waktu belakangan ini kami sudah jarang bersama-sama lagi karena beberapa hal. Tapi, apakah Arfi akan menyadari bahwa selama ini Aku menyimpan rasa yang begitu besar? Aku ingin sekali bisa memilikinya. Tapi, aku takut merusak mertemanan yang sudah ada, dan justru malah membuat aku kehilangan dia. Selama ini aku selalu bertanya-tanya kepada diriku apakah dia mencintaiku? Atau dia hanya menganggap aku sebagai temannya saja? Ahhh, entahlah semua pertanyaan itu sampai saat ini belum kutemukan jawabannya.
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Seratus Meter Dari Hatimu
  • My Boy Friend Is My Best Friend
  • Best Friends [completed]
  • DEVIAN [END]
  • ASRAR|
  • My Love Brother
  • [1] Dhiafakhri&Dzirafakhri [COMPLETED]
  • Tentang Rasa [TAMAT]
  • CINTA DIAM-DIAM

Seratus Meter dari Hatimu Dulu, kupikir jarak paling rumit adalah antara dua kota. Antara kampung halaman dan ibu kota. Antara kenyamanan yang kutinggalkan dan dunia baru yang sedang kucoba taklukkan. Tapi ternyata, jarak yang paling sulit bukan soal kilometer atau waktu tempuh. Jarak paling rumit adalah seratus meter dari hatimu-tempat aku berdiri, tapi tak pernah benar-benar kau sadari. Segalanya berawal biasa saja: kos baru, teman sekamar yang bawel tapi hangat, lingkaran pertemanan yang mengisi hariku dengan tawa, tugas, kopi sachet, dan obrolan tengah malam. Aku merasa cukup. Nyaman. Aman. Hingga seseorang hadir dengan caranya yang tak terduga. Terkadang ceplas-ceplos, kadang diam dan terlihat jauh. Dia bukan tokoh utama di hidupku, bukan pula pangeran dalam kisah dongeng. Tapi entah kenapa, perhatian kecilnya terasa seperti rumah dalam keriuhan kota. Sayangnya, tak semua rasa harus tumbuh. Dan tak semua perhatian berarti istimewa. Ini kisahku, Caca. Seorang mahasiswi yang mencoba bertahan di antara tumpukan tugas, tawa tongkrongan, dan teka-teki bernama Arvin. Ini tentang dua circle pertemanan, dua sisi dunia, dan satu rasa yang pelan-pelan ingin ku bungkam. Karena terkadang, menyukai seseorang tak harus dimiliki. Cukup dilihat dari kejauhan-seratus meter, atau bahkan lebih.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo