Kokoro No Placard

Kokoro No Placard

  • WpView
    Reads 1,399
  • WpVote
    Votes 50
  • WpPart
    Parts 19
WpMetadataReadMatureOngoing1h 20m
WpMetadataNoticeLast published Tue, Mar 22, 2016
-HARUKA- aku bingung, bagaimana caranya megungkapkan cinta. aku selalu saja tersenyum ketika melihatmu.aku juga tidak tahu kalau kamu suka padaku atau tidak. tapi aku beruntung karena bisa melihatmu sebegitu dekat. bahkan begitu dekat. bagiku hal itu sudah cukup membuat hatiku senang. aku ingin membuat pernyataan tentang apa yang ku rasakan. aku terlalu bingung, media apa yang harus kupakai untuk mengungkapkan cinta? tapi media yang tidak biasa. media yang tidak terpikirkan oleh orang orang. Mungkin sepertinya aku akan membuat pernyataan perasaanku padamu dengan papan. aku ingin membuat papan yang bisa ungkapkan cinta. Akankah haruka bisa mendapatkan cintanya? Dan siapakah cintanya itu? "PAPAN PENANDA ISI HATI" (KOKORO NO PLACARD) copyright . 2015 by chansoo_31
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kepada Yang Telah Melangkah Jauh
  • WHO'S?
  • HIS FAVOURITE MELODY [C]
  • Lukisan Rintik
  • My Love in Air
  • Just a Nerd Boy
  • PARADOX 2147
  • Mr. Cold
  • Preciousness ❣ [uɿoƚɒꙄ oꞁoᎮ]

Begitu Elisa menyelesaikan sebuah novel yang berjudul Surat-surat yang Tak Sampai, dia tidak bisa menyembunyikan rasa kekecewaannya mengenai bagaimana penulis buku itu mengakhiri ceritanya. Cerita yang bertemakan cinta sepihak memang tak pernah memuaskan hati Elisa. Dan di buku itu, tokoh utama perempuan digambarkan sebagai sosok yang bersifat pendiam dan pemalu; hingga sampai akhir, perasaannya yang ditulis ke dalam banyak surat tak pernah sampai kepada sang pujaan hati; sebab semua disimpannya sendiri. Dan 10 tahun yang akan datang, sang tokoh utama malah tersiksa karena tindakan pengecutnya itu. Andai bisa, Elisa ingin sekali mencuri surat-surat itu lalu menyerahkannya langsung pada sang tokoh utama pria, agar hilang rasa gemasnya dan sang tokoh utama perempuan tak perlu memendam dan menyiksa perasaannya. Tetapi itu tidak mungkin, karena Elisa tahu bahwa cerita ini hanyalah fiktif belaka. Elisa juga tahu bahwa dia hanya terbawa perasaan, dia tutup novel itu dan bersiap untuk tidur. Tapi begitu dia membuka mata, dia tidak berada lagi di tempat tidurnya. Identitasnya berubah, dan dia malah bertemu nama-nama orang dari novel terakhir yang dibacanya itu. Awalnya, Elisa yakin bahwa ini hanya mimpi. Dia pun berbuat sesukanya. Tetapi jika benar ini adalah mimpi, bagaimana cara dirinya bangun dari sini? - Copyright © 2021 Namiasa Tanaka

More details
WpActionLinkContent Guidelines