Ara's Love Moment

Ara's Love Moment

  • WpView
    Reads 4,075
  • WpVote
    Votes 226
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Aug 19, 2016
"Tolonglah... Seenggaknya, lakuin ini buat gue..." pinta Dewa dengan tatapan memelas. Natha menggeram frustasi. Jika yang diminta Dewa saat ini hanya Erland Group atau nyawanya, dia pasti akan memberikannya pada sahabatnya itu tanpa berpikir dua kali. "Kau gila, Bang!" Dewa mengangguk setuju dengan ucapan bernada setengah cela yang terlontar darinya. Namun, bukan berarti pria itu akan menyerah dengan niat awalnya yang gila. Bergaul demikian rapat selama belasan tahun setidaknya membuat Natha mampu membaca tekad kuat yang terpancar dari sorot mata memelas itu. "Gue bahkan bersedia ngelakuin hal yang lebih gila jika itu buat Mas Rama," tandasnya tak terbantah. "Please, kita nggak punya banyak waktu."
All Rights Reserved
#643
husband
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Secret Marriage (Adult Romance 21+) TAMAT
  • Suami Sempurna 21 +
  • My Boss My Husband
  • Sailing With You [END]
  • SAH (Menikah Dengan Mantan)
  • GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT)
  • Impossible
  • ALDIR (SEGERA TERBIT)
  • Don't Love for DEVIL'S (HIATUS)

"Enam bulan menjadi suamimu, dan aku menyesali pernikahan konyol ini." "Kamu menyesal karena kebingungan Diva mendesakmu untuk menikahinya kan?" Kali ini aku tersenyum lebar. "Aku khawatir..." Aku memasang ekspresi cemas yang dibuat-buat. "Jangan-jangan, Diva sedang mengandung anakmu. Jadi, dia ingin segera dinikahi." Leo terdiam. Dia membiarkan file yang hendak ditandatanganinya dibiarkan begitu saja seolah dia sedang berpikir keras. Dia kembali menatapku tajam. "Jangan ikut campur urusanku, Nona Muda." "Aku hanya berkomentar. Apa kamu tidak melihat bentuk tubuh Diva yang makin berisi?" Aku menikmati perdebatan ini. "Kamu pikir tidak ada yang tahu dengan tingkah lakumu? Berbuat mesum di kantor dengan seenaknya. Bahkan kamu tidak pernah mengunci pintu ruanganmu. Kamu ini pimpinan macam apa? Bodoh sekali!" Aku memberi penekanan pada dua kata terakhir kalimatku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines