Cinta Abadi yang Terluka

Cinta Abadi yang Terluka

  • WpView
    Reads 69
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Oct 21, 2015
WpInfo
Fiction
Romance
Aku tahu, jika ku lakukan itu aku dalam masalah besar. Otakku terus merangkai logika melawan batin. Aku dalam ambangan ombak entah akan menabrak karang. Dia datang di waktu yang kubutuhkan, meski tak ku inginkan. "Dia menyukaimu! Dia memintaku untuk mengenalkannya padamu Fi." Ujar Maira dalam sekejap membekukan pandanganku. "Apalagi? dia kaya, ganteng? apa yang kurang?." Tambahnya. Rasa di dada semakin menciut, logika semakin menguasaiku. Aku hampir mengiyakan permintaanya, lalu sekelebat bayangan menghampiri. "Tapi, laki-laki itu disukai Liana. Mana mungkin aku merebutnya!." Sangkalku. "Ya apa masalahnya? Liana belum ada status juga kan dengan Ridho?." Tatapanku lurus pada kedua bola matanya, mengorek kebenaran dari hal yang membingungkan ini. "Aku tahu rasanya di tikung! sakit! mana mungkin aku melakukan itu pada orang lain!." "Fi, ayolah lupakan masa lalumu itu, mungkin sekarang Tuhan sedang memberimu kesempatan bagaimana rasanya menikung, jangan hanya ditikung terus!." Maira....
All Rights Reserved
#16
jilbab
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ARENA
  • DRAFENZO SHAQUILLE
  • Leona[Hiatus]
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • tentang sebuah rasa
  • Rumah Sepasang Luka ✓
  • Sailing With You [END]
  • ArKa (End)
  • "Friendzone"
ARENA

Arya memperhatikan gadis itu, "suka, dia manis." "permen juga manis," sahut Rena kembali. "tapi dia lembut," jawab Arya tetap kekeh. "gulali lembut tuh." "gk, gulali sifatnya lumer kalau kena air." ~♥~ "kenapa kita gk bisa bareng?" tanya Arya mulai frustasi, menatap lawan bicaranya dengan serius. Rena mencoba untuk menahan hasrat ingin memeluk laki-laki di hadapannya, air mata mulai menggenang mengaburkan pandangan, rasanya sakit sekali. "karena kita beda." Satu kalimat, tiga kata yang mampu membuat seorang Aryana terdiam. Cekalannya perlahan-lahan melonggar sampai akhirnya benar-benar terlepas, kedua tangannya menggantung di sisi tubuh. "sampe sini aja yah, gue kesakitan," ujar Rena dengan air mata yang akhirnya jatuh juga. ~♥~ Baca gk? Baca gk? Baca gk? BACA LAH MASA ENGGA. kuy lah mampir, gk bakal nyesel di jamin, kalau nyesel uang nya kembali:) g canda. Cover by: Riyoss_

More details
WpActionLinkContent Guidelines