My Mysterious Boy

My Mysterious Boy

  • WpView
    Reads 200
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Oct 22, 2015
Musim kemarau tiba, saatnya membuka cerita baru, melangkah untuk pengalaman baru. Dan siap menaklukkan dunia. Ini adalah awalku ceritaku, disaat aku memulai melangkah kedepan dan bersiap dengan sekolah baruku. Sekolah yang kudambakan dari dulu. Dan kini aku menapakinya, menapaki jalan menuju masa depan. Satu langkah.... Dua langkah.... dan Ketiga langkah terpadu dengan senyum simpul dan sapaanku untuk orang yang belum pernah aku lihat. Aku memulai untuk menjadi seseorang yang lebih baik dan ceria. Aku mulai menatap satu persatu orang didepanku. "Hai" sapaku, entah dengan siapa ku bicara "Emm, ruang TU dimana ya?" tanyaku kepadanya. "Lurus aja, setelah itu lewat koridor belok kiri, nanti ada tulisannya kok" jawabnya " Ok. Makasihh..!! " Ku telusuri sepanjang jalan yang ku tempuh bak seorang detektif saat mencari jejak. Disaat aku berjalan dengan mengendap-endap, aku menabrak sesuatu dan saat aku menengok........................ OH ...... ........ Mendadak seluruh tubuhku kaku
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • He is not My Best Friend (End)
  • Ayesha Transmigration
  • [END] Blind Rainbow
  • PaSuTrik (Pasukan Suami-istri Prik)
  • RAISEN
  • STM; Sekolah, Tawuran dan Maura.
  • LOVE STORY QIANARRA
  • Kelas A [End]
  • Bad Luck In Life (PRIVATE)
  • kiara's dream

Kata orang, persahabatan antara laki-laki dan perempuan tak semuanya berjalan mulus. Tahu kenapa? Ya, karena pasti akan terlibat sebuah perasaan. Perasaan yang entah itu hanya dimiliki satu orang saja, ibarat bertepuk sebelah tangan. Atau juga perasaan yang terbalas, istilahnya kedua-duanya memang memiliki rasa yang sama. Awalnya aku mengenyah hal tersebut, karena selama ini aku bisa hidup dengannya sejak kecil tanpa terlibat perasaan. Iya, itu pada saat aku masih menginjak kelas delapan sekolah menengah pertama. Waktu terus berjalan. Sampai pada akhirnya, perasaan yang ku genggam erat dan tak akan mungkin menyukai sahabatku sendiri, nyatanya pupus. Saat kelulusan kelas sembilan aku baru sadar. Kalau aku memiliki rasa sayang bahkan cinta pada sahabatku sendiri. Namun, sampai saat ini aku tidak tahu. Apakah kami memiliki rasa yang sama atau hanya aku yang memiliki rasa seperti itu? Jadi, apa ini akan berakhir cinta bertepuk sebelah tangan? Photo cover by pinterest. Created by me and don't copy my story!

More details
WpActionLinkContent Guidelines