Salah Tingkah

Salah Tingkah

  • WpView
    Bacaan 112
  • WpVote
    Undian 4
  • WpPart
    Bahagian 1
WpMetadataReadCerita Lengkap Kha, Okt 22, 2015
Gina terpekur di depan layar netbooknya. Sesekali ia menyandarkan punggung dan kepalanya menandakan lelah. Banyak tamunya adalah orang-orang yang ia yakini adalah berkebangsaan asing. Ia meraih gelas berukuran super besar berisi green tea latte, favoritnya. Tidak lupa whipped cream untuk menambah manis dan mempercantik tampilan agar lebih instagram-able. Sedikit mengaduk, ia kemudian menyeruput minumannya. Tangannya sibuk di atas keyboard, memencet tombol-tombol huruf, lalu ia merasa seperti ada yang tengah memerhatikannya. Gina menghentikan kesibukannya, mencoba melirik ke penjuru arah, memastikan bahwa dugaannya benar. Benar saja! Matanya kemudian beradu dua detik dengan seorang pria bermata biru. Gina terburu-buru menundukkan pandangannya. Lima detik kemudian, ia mencoba kembali memandang laki-laki itu. Mata mereka kali ini tak beradu. Sudut bibirnya sedikit tertarik. Pekerjaan tambahannya sebagai penyunting lepas di sebuah penerbit ternama kembali menyibukkannya dengan timbunan kata-kata. Perhatiannya kembali terganggu. Secepat kilat ia kembali memandang laki-laki yang sebelumnya ia perhatikan. Yang berambut kecokelatan itu mengalihkan pandangannya ke layar telepon genggamnya. Tapi tak lama kemudian mereka kembali beradu tatapan. “Kak! Sorry! Macet banget tadi!” suara Kayla, adiknya, membuat pandangannya beralih. Hari ini ia berhasil menyuruh Kayla untuk menjemput dirinya di tempat minum kopi itu. “Kenapa sih?” tanya Kayla bingung. “Bukan gue ge-er sih, Kay. Itu bule ngeliatin gue mulu dari tadi!” ujar Gina setengah berbisik. Kayla duduk di samping Gina, memiringkan kepalanya dan melihat kakak perempuan satu-satunya itu. “Ya iyalah! Itu whipped cream belepotan di pipi lo!” kata Kayla cuek sambil mengambil minuman Gina. Sang laki-laki berambut kecokelatan dan bermata biru bangun dari duduknya, melihat Gina. Mengadu tatapannya selama tiga detik, lalu mengangguk, tersenyum simpul, dan pergi ke arah keramaian. Gina meraba pipinya. “Nji
Hak Cipta Terpelihara
Jom sertai komuniti bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang diperibadikan, simpan cerita kegemaran anda ke dalam Pustaka anda, serta beri komen dan undi untuk mengembangkan komuniti anda.
Illustration

You may also like

  • the Story Untold
  • Stumbled Into You
  • PERFECT BAD COUPLE (TERBIT)
  • HEY!! MR. COOL?! [END]
  • Kopi & Deadline (On Going)
  • Sudut pandang (felisha)
  • She is fake nerd?✔(Proses Revisi)
  • Bad Boy
  • Horror Class (DewTee)

"Ahh....Shit!!" Alex memukul meja sangat keras, membuat darah mengalir dari telapak tangannya,seperti orang gila,berkali - kali dia mengusap rambutnya dengan tangannya yang berdarah sementara John yang sedari tadi memperhatikannya hanya menggelengkan kepalanya dan sesekali menenggak vodka yang ada di tangannya "What the Hell are you doing? are we going have fun or not? ( apa yang kamu lakukan,apakah kita akan bersenang - senang atau tidak) Tanya Jack kepada Alex karena mendapati temannya itu selalu tertunduk "Diamlah...aku sedang tidak ada mood untuk bicara,minum saja.." Kata Alex sambil menepis tangan gadis penghibur yang berusaha menarik perhatiannya mendengar jawaban Alex, Jack melonggarkan dasinya,melepas jas navynya dan menggulung lengan kemejanya, diambilnya sebotol minuman keras dan menenggaknya sampai habis, kemudian secara tiba - tiba ia menendang meja yang ada di depannya hingga terbalik dan berjalan ke arah Alex Dengan mata tajam ia menatap Alex, melepaskan topi hitamnya, mencengkeram sweater hitamnya, kemudian sambil tersenyum Jack berkata "looks like i have to clean your shit again (sepertinya aku harus membereskan masalahmu lagi)" dan secara tiba - tiba ia mencium bibir Alex dan tidak hanya menciumnya tetapi ia juga menggigit bibir bawah Alex, sementara mata Alex terbelalak dan berusaha melepaskan diri dari Jack, "apa yang kamu lakukan?apa kamu gila?" teriak Alex karena terkejut "well than...looks like i make you get up"(nah...tampaknya aku membuatmu bangun kan?)kata Jack sambil menyeringai dan menghapus noda darah di bibirnya

Maklumat lanjut
WpActionLinkGaris Panduan Isi