Livends Journey

Livends Journey

  • WpView
    LECTURAS 47,602
  • WpVote
    Votos 3,211
  • WpPart
    Partes 30
WpMetadataReadConcluida lun, oct 23, 2017
Keluarga itu seperti batu bata yang kokoh, menjaganya tak semudah membangun tembok, fondasi yang lemah hanya akan membuatnya mudah retak dan berserak. Kekuatannya adalah fondasi dari terpaan badai, panasnya terik mentari meski banjir membasahi. Ia adalah perlindungan. Ia adalah naungan Sungguh hanya ilmulah yang mampu menjadikan rumah bak surga yang membetahkan. (HMP) Cerita ini bagian dari beberapa copasan atau catatan yang sangat berharga buat saya pribadi, di sini mau saya bagi-bagi or share agar bermanfaat bagi sesama. ketika saya mempublish artikel. Itu bukan berarti saya lebih baik dari yang lainya, hanya berusaha belajar menjadi lebih baik lagi untuk kedepannya. karena dengan membaca dan menulis otak akan menyerap 10% memori dan menjaga daya ingat kita. semoga jika Allah subhna wata'ala memberi kita umur panjang. kita dijauhi dari sifat pikun Lagi pelupa. :) Silahkan dishare jika dirasa bermanfaat. Syukran jazakumullah
Todos los derechos reservados
#7
ceritahikmah
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • RUMAH KITA
  • Mahligai Cinta [END]✓
  • MAHABBAH [SELESAI]
  • Tahajud Cinta Kayra (REVISI)
  • Rasa Dalam Sujudku
  • SETULUS CINTA SANG MUALAF
  • Aku Mati Rasa Perihal Cinta
  • Aku Dan Sebuah Do'a (Sudah Terbit)
  • Kawin Kontrak? [COMPLETED]
  • Gonna Get Your Heart [NEW EDITION]

Rumah adalah tempat ternyaman dikala, hati dan jiwa kita runtuh. disaat Tenga kita habis untuk dunia ini .di saat kita capek hadapi seluruh dunia ini, rumah tempat ternyaman saat kita pulang tapi, bagaimana kalo rumah itu sendiri .bukan tempat, ternyaman untuk diri kita sendiri. maka seluruh, tubuh kita sudah hancur jikalau rumah yang selama ini tempati , di besarkan, hanya menjadi rumah singgah saja bagi diri kita bukan menjadi rumah kita. itulah yang dirasakan oleh Asyifa Zahra Wijaya di saat usia nya 12 tahun dia sudah merasakan lelah dalam hidup nya . bahkan sampai dewasa pun di Masi sama mengatakan lelah dalam hidup nya. " ya Allah aku menerima dengan takdir yang kujalani saat ini. tapi aku cuma minta satu tolong jangan samakan ,takdir ku ini dengan ,bayi yang ku kandung ini. cukup aku saja" ujar Syifa dalam doa nya " Rumah itu bukan tentang rumah yang dibangun dengan kayu, atau rumah yang dibangun dengan bata ,tapi rumah yang di bangun oleh kedua orang tua .maksudnya, rumah itu seperti orang tua dialah pokok rumah kalian ,atap dan tiang itu bagaikan kedua orang tua, dan anak-anak adalah dinding nya rumah itu , itulah rumah yang sebenarnya " ujar ustadz Yusuf dalam kajian nya __________ TIDAK SEMUA RUMAH ITU ADALAH TEMPAT TERNYAMAN! AISYAH" tegas siyfa dengan nada keras Aisyah hanya terdiam sambil matanya terus menatap siyfa yang tengah bersandar di dinding yang tak henti - hentinya menangis sambil sesekali memukul dadanya . " Aku capek " " Aku capek" " Aku capek" ujar siyfa tiga kali menatap Aisyah dengan mata yang sembab . _______ jangan dilihat ajak yuk baca buat yang merasa keluarga broken home semangat melanjutkan hidup ❗ini bukan tentang kita lemah tapi ini tentang cara melanjutkan hidup kita

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido