Story cover for Losing You by alarice_ym
Losing You
  • WpView
    Reads 10,784
  • WpVote
    Votes 608
  • WpPart
    Parts 11
  • WpView
    Reads 10,784
  • WpVote
    Votes 608
  • WpPart
    Parts 11
Complete, First published Oct 25, 2015
"Terus gimana sama Manda?"
"Ya udah, selesai. Fokus gue cuma ke Rena sekarang..." jawab suara yang terdengar familiar di telingaku. 

Ucapannya terngiang di otakku. Jantungku berpacu. Kakiku lemas seperti jelly. Aku menggapai rak buku yang ada disampingku untuk menahanku agar tidak terjatuh. Semuanya terasa jelas sekarang. Dan aku mulai menyadari apa yang telah aku lupakan.

Dengan sedikit limbung, aku memaksakan kakiku untuk menjauhi tempat ini. Sudah cukup banyak yang ku dengar.

Cukup untuk tahu kebenarannya

Cukup untuk kembali menyadari siapa diriku
All Rights Reserved
Sign up to add Losing You to your library and receive updates
or
#114lose
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 7
Alisa's Story  cover
KHALILA AND OTHERS cover
Love Hurts [End] cover
Hopeless [REPOST] cover
TITIK LUKA  cover
Favorite Wound cover
DANDY  cover

Alisa's Story

6 parts Complete Mature

'Aku cuma butuh "rumah pulang" aku capek mikir aku capek berjuang aku capek... Tapi aku cuma bisa nangis dan memeluk diriku sendiri , sampai rasa sakit kepalaku mulai sangat terasa .. aku fikir mati akan mengakhiri penderitaan ini , tapi bagaimna adikku? Bagaimana ayahku? Bagaimana kakakku? Aku tidak bisa melihat mereka sedih'. Begitulah tulisan seorang gadis yang sedang mengetik di atas keyboard nya. " Bahkan ibuku bukan tempat untuk aku pulang " gadis itu mendongakkan kepalanya yang terasa nyeri sambil menghembuskan nafas dari bibirnya " Aku capek bee... Aku capek dan semua orang tau seberapa menyedihkannya diriku" kedua gadis itu berpelukan, satu diantaranya melepaskan pelukan itu "lo itu egois lis!" "gw gk egois.." "lo terus terusan merasa klo lo yg paling sakit padahal nggak!" "hehee lo nggak bakal ngerti! Kalian gk bakal ngerti karna kalian gk ngerasain jadi gw.." Nadia alisa seorang gadis berusia 17th yang merasa dewasa sebelum waktunya dan merasa sendirian k etika kehilangan seseorang yg sangat disayanginya. "aku kangen banget. Jemput aku.. Nek" Cerita yang penuh emosi masalah keluarga cinta dan depresi Ceritanya mentok sama si cewek karna ini cerita saya sendiri yaa tapi full banyakan realita daripada halunya maklumin ajalah yaa sekalian curhat hehee