Meow! Kau Curi Hatiku

Meow! Kau Curi Hatiku

  • WpView
    Reads 4,953
  • WpVote
    Votes 101
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Nov 18, 2015
WpInfo
Fiction
Romance
Fajar Pakeer 2014 RM21(SM)/RM24(SS) Seorang hantu kucing. Seorang lagi pembuli kucing. Apabila kedua-duanya bertembung, huru-haralah jadinya. Aik, pasal kucing pun nak bergaduh ke? Tapi biasalah... dalam duk bergaduh macam tu, lama-lama jatuh suka juga. Masalahnya sekarang, si pembuli tu dah ada buah hati, Bella. Si hantu kucing pula single and available tapi, kena paksa kahwin oleh ayahnya dengan duda bertaraf pak cik ala-ala samseng Kampung Dusun, Haji Ripin. Aduh! Gawat macam ni. Antara Bella dan Husna, Naim suka kedua-duanya. Dua-dua ada persamaan. Hantu kucing, gila kucing dan sayang kucing. Tapi, siapakah yang berjaya curi hati dia yang sangatlah takut kucing?
All Rights Reserved
#7
novelmelayu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Love Is You (Tamat)
  • Unsweet | KinnNatta - End
  • Bunga di Taman Hati, BDTH Bagian 3 [18+ PROMO]
  • Oddly Coupley (Complete)
  • Marriage, Not Dating
  • Crazy Marriage
  • Troblemaker Boy
  • Sweet RomanShit
  • Memory in My Heart [END]

Gadis pertama berdiri tegang melihat gadis kedua terduduk lemah di atas kursi roda. Wajah gadis kedua pucat. Ada kesakitan yang merayap di wajah gadis itu. Namun dia berusaha menyembunyikannya dengan memalingkan wajah. Gadis pertama masih shock sejak di IGD tadi dokter jaga menjelaskan bahwa kandungan gadis kedua tidak bisa dipertahankan lagi akibat perdarahan yang dialaminya. Gadis kedua hamil? Gadis kedua mengandung sebuah janin? Siapa... siapa yang melakukannya? Pertanyaan-pertanyaan itu muncul di kepala gadis pertama. Semua kebingungan dan kepanikan bercampur menjadi satu. Tidak tahu harus berkata apa. Tidak mengerti harus bertanya apa. Dia hanya diam membeku seperti orang bodoh. Tapi tatkala melihat raut wajah gadis kedua, gadis pertama tidak ingin bertanya apa-apa lagi. Apalagi ketika melihat gadis kedua menekuk perutnya karena sakit saat diminta berbaring di sebuah ranjang ginekologi, gadis pertama merasa iba. Belum hilang kebingungan mereka, pertanyaan seorang perawat malah membuat keadaan semakin menegangkan. "Di mana suaminya?" tanya perawat itu dengan suara datar. Sepertinya perawat itu sudah bisa mengira apa yang terjadi ketika ada seorang pasien yang datang bersama teman-temannya. Bukan keluarganya. Gadis pertama memandang gadis ketiga yang sedang berdiri di sudut ruangan. Gadis ketiga pun terdiam membeku tidak menjawab sepatah kata pun. Tapi matanya meredup lalu menundukkan kepalanya. Siapa suami gadis kedua? Menikah pun dia belum! Lalu sebuah suara lelaki menyentakkan mereka. Spontan mereka menoleh dan terkaget-kaget melihat siapa lelaki itu. "Saya suaminya." Bersamaan gadis pertama dan gadis ketiga melihat gadis kedua dengan ketegangan yang memuncak. Seolah menanyakan kebenaran jawaban lelaki itu. Tapi sayangnya gadis kedua memilih untuk berpaling. Lalu setetes air mata membasahi pipi gadis kedua. Melihat air mata itu, gadis pertama tidak perlu lagi bertanya. Dia sudah mengerti semuanya. Lalu tiba-tiba hatinya terasa sakit. Amat sakit.

More details
WpActionLinkContent Guidelines