Pangeran Angkot

Pangeran Angkot

  • WpView
    Reads 357
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Mon, Apr 22, 2013
Ini bukan cerita menarik, hanya cerita cinta gue yang rumit. Gue aja gak pernah menyangka semuanya akan berubah semenjak gue bertemu dengannya. Pangeran gue di angkot.
All Rights Reserved
#269
sadending
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DENNIES
  • Yang Dulu Melukai,Kini Menyayangi [END]
  • Verronica (COMPLETED)
  • Satria Dirgantara [Complete]
  • About kevin (End)✅
  • ELGITA: Yang Tak Pernah Terucap (Revisi)
  • Sejenak Luka
  • FRIENDzone (Completed)
  • Diana - Cinta Tak Pernah Salah
  • Waktu?
DENNIES

[⚠️FOLLOW dulu sebelum membaca] Author: yakin mau baca? Udah siapin tissu?😌 ~~ 'Tentang dia, yang diamnya menyimpan banyak luka'. Kata ibu, sebagai seorang lelaki, Dennies harus bisa hidup mandiri, hidup keras merupakan hal lumrah yang dialami setiap orang. Hingga pada saat hal itu benar-benar terjadi, saat kerasnya hidup itu datang berhadapan langsung dengan Dennies, setidaknya Dennies tahu, bahwa ia bukanlah satu-satunya orang yang terpukul atas itu. Semuanya telah Dennies lalui seorang diri, mengarungi kerasnya arus hidup yang kadang memberinya badai, membuatnya jatuh, dan bukan hanya sekali ia terbentur akan kenyataan pahit yang harus ia terima. Tapi, Dennies kuat. Ini tentang Dennies, pemuda yang menjadi realisasi nyata dari pepatah, don't see a book by the cover. Pemuda yang menyimpan sejuta luka yang ia balut dalam diamnya, pemuda yang menyembunyikan kecewa yang tak terhitung jumlahnya, dan pemuda yang selalu berdiri kokoh bahkan disaat badai itu kembali menerjangnya. "Jadilah seperti pohon, yang tetap berdiri kokoh, meski angin berkali-kali menerjangnya." Namun sekokoh-kokohnya pohon, bukankah ia bisa tumbang juga saat angin yang terlalu besar menerjangnya? Dan Dennies, mampukan ia untuk tetap kokoh saat ujian itu lagi dan lagi datang menerjangnya dengan tanpa ampun?

More details
WpActionLinkContent Guidelines