Story cover for Eiffel Untuk Dia by AchmadiAljufri
Eiffel Untuk Dia
  • WpView
    Reads 165
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 165
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Oct 27, 2015
Penampilannya,tutur bahasa, geraknya tidak seperti dulu lagi. Dibaluti pakaian serba hitam dan kini hanya matanya saja yang terlihat. Inikah Niqab? Tanya Dirga didalam hatinya.
 
“Buku itu, aku mencoba menuliskan seandainya kita akan berada disana suatu saat nanti”

 “Eiffel...iya aku sudah membacanya” Jawab Dessy, Sekilas ia teringat setahun yang lalu...kisah tentang janji mereka berdua.

“Iya, aku akan melamarmu disana” jawab Dirga dengan senyumnya yang sangat bahagia, ia sudah tidak sabar lagi ingin memberikan tiket ke France yang sudah di belinya itu. Sementara...

Dessy terdiam, kini kata-kata yang semacam jarum itu telah menusuk dihatinya. Kini dia didalam kebingungan.

“Maaf, janji itu tidak bisa aku tepati” Jawabnya Sambil pergi membelakangi Dirga.

Apa?...Tunggu...apa maksudnya itu?... 

Dirga, kini dia mematung sekarang rasa tak percaya dengan jawaban beberapa detik itu.
Jadi untuk apa usahanya selama ini?  Untuk apa buku yang ditulisnya dengan pengorbanan yang tidak bisa dianggap remeh itu?...
Apakah janji Eiffel itu hanya bualan?

“Galuh...Pergilah untuk dia”  ucap Dessy dari kejauhan.
All Rights Reserved
Sign up to add Eiffel Untuk Dia to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
Sepasang Luka Merajut Asa [END] by aisyahwkn1
24 parts Complete Mature
Kehidupan memang tak ada yang pernah tau, semua takdir adalah misteri dan semua misteri adalah harapan yang terus diusahakan untuk terjadi. Seperti halnya dengan Risya dan Raka, kisah mereka yang penuh dengan ketidakberdayaan, dipisahkan dari semua pihak yang ingin merenggut kebahagiaan, bahkan hampir merelakan satu sama lain karena suatu alasan. Tetapi kisah mereka tak selemah apa yang dibayangkan. Meski dengan darah, keringat dan air mata. Cinta mereka tetap kokoh walaupun berada di dua dimensi yang berbeda. Asa demi asa tak pernah putus disampaikan pada Tuhannya, hingga Tuhan pun luluh akan besarnya harapan mereka. Tuhan merestui mereka sekali lagi, kalaupun memang akan terpisah lagi, mereka sudah mengingat dengan jelas arah jalan untuk kembali. - - __________________ " Itu hanyalah sepenggal tragedi yang terjadi pada sahabatku Azka sewaktu kecil. Aku sangat prihatin dengan apa yang dialaminya 17 tahun yang lalu. Semua orang tau kejadian pengebom-an diperumahan elit Griya di Jakarta itu, karena sampai sekarang belum ditemukan titik terang motif dari kejadian itu. Tapi ini bukan kisah Azka dan aku. Ini kisahku dengan Raka. Raka Putra Mahfuzh." - - "Jangan tinggalkan aku, aku mohon....aku...ak..aku tak bisa seperti ini, kamu adalah alasan aku untuk terus hidup" - RAKA - "Aku mengantuk, aku tidur dulu, nanti bangunkan aku" - RISYA "Jika bisa" Ucap Risya lagi dengan nada yang sudah hampir tak terdengar. Kemudian ia memejamkan matanya ____________________ (13+) - Tamat - Alur Maju-Mundur - Konflik yang disajikan sangat rumit dan pelik - Siapkan Tisu dan selamat menebak alurnya (Nb: Semakin banyak Vote dan Komen dari kalian, semakin cepet di update)
reminisce before I go  by KueManizz
14 parts Complete
Zahra Alexander dirgantara seorang perempuan yang cantik, dengan senyuman yang begitu indah jika seseorang melihatnya seseorang itu akan jatuh cinta kepada Zahra.. namun sayangnya Zahra mempunyai penyakit kanker hati yang membuat nya tidak bisa hidup lama.. Diki pratama Algantara.. seseorang laki laki yang di kekang oleh kedua orang tuanya, Diki tuntut dengan impian orang tuanya,, semasa kecil Diki, dia tidak pernah merasakan bermain, dia selalu di temani oleh buku dan buku,, yang selalu menjadi temen nya,, namun diki beranjak didewas diki mulai tekad untuk hidup sendiri, dan memilih pergi dari negara nya, ke negara Indonesia, diki berharap dia di Indonesia mempunyai temen, namun cara Tuhan itu banyak, sampai Zahra dan diki di pertemukan dengan kecekcokan, yang membuat saling membenci satu sama lain,, namun seiring berjalan nya waktu diki pun mempunyai rasa kepada Zahra... sayangnya Zahra masih tenggelam dalam masa lalu nya yang membuat dia tidak pernah suka dengan orang lain selain masa lalunya... pada suatu saat Zahra pun mengetahui kalo dia dan diki beda agama... antara kalung salib yang diki pakai dan antara tasbih yang Zahra genggam siapa kah yang akan mau mengalah?? atau apakah bisa bersatu?? "𝙟𝙞𝙠𝙖 𝙨𝙪𝙖𝙩𝙪 𝙨𝙖𝙖𝙩 𝙣𝙖𝙣𝙩𝙞 𝙜𝙪𝙖 𝙥𝙚𝙧𝙜𝙞!! 𝙙𝙖𝙥𝙖𝙩𝙠𝙖𝙣 𝙡𝙖𝙝 𝙨𝙚𝙨𝙚𝙤𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙡𝙚𝙗𝙞𝙝 𝙗𝙖𝙞𝙠 𝙙𝙖𝙧𝙞 𝙜𝙪𝙖, 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙘𝙞𝙣𝙩𝙖 𝙣𝙮𝙖 𝙡𝙚𝙗𝙞𝙝 𝙝𝙚𝙗𝙖𝙩 𝙙𝙖𝙧𝙞 𝙜𝙪𝙖... 𝙙𝙖𝙣 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙗𝙞𝙨𝙖 𝙙𝙞 𝙖𝙟𝙖𝙠 𝙗𝙚𝙧𝙙𝙤𝙖 𝙗𝙚𝙧𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙙𝙞 𝙝𝙖𝙧𝙞 𝙢𝙞𝙣𝙜𝙜𝙪!!(𝙕𝙖𝙝𝙧𝙖) " 𝙩𝙪𝙝𝙖𝙣 𝙨𝙚𝙡𝙖𝙡𝙪 𝙢𝙚𝙢𝙥𝙪𝙣𝙮𝙖𝙞 𝙨𝙚𝙜𝙖𝙡𝙖 𝙗𝙖𝙣𝙮𝙖𝙠 𝙧𝙚𝙣𝙘
Aku Padamu Ya Ukhti (Selesai) by NurHanifah064
80 parts Complete
"Memalukan." ujar Azzam sinis, tatapannya datar. Asya tersentak, senyumnya memudar, ada apalagi dengan suaminya. Kenapa sikapnya selalu berubah. Apa katanya tadi 'memalukan' apa maksudnya. "Ma-maksud mas apa?" tanya Asya bingung. "Jangan pura-pura tidak tahu." sinis Azzam. Asya mengerutkan keningnya. "Asya gak ngerti, maksudnya apa. Asya buat salah lagi?" jawabnya lirih. "Kenapa kamu itu gak bisa sadar diri." ujar Azzam dengan nada dingin. Asya menunduk dalam, "Kalo mas gak bilang Asya juga gak tahu." jawab Asya, suaranya mulai bergetar. Azzam mengusap wajahnya kasar, segera ia beristigfar. Takut syetan menguasai dirinya ketika marah. Dan melakukan hal-hal yang tidak diinginkan. "Tadi kamu pulang sama siapa?" tanya Azzam, matanya menyorot tajam. Asya yang melihat itu pun mulai takut. Ia lupa memberi tahu Azzam tentang itu, dan ... darimana Azzam tahu hal ini. Astagfirullah kenapa ia selalu saja ceroboh. "Gak bisa jawab, kan." sindir Azzam. Ia berjalan ke dalam kamar dan menutup pintu dengan keras. Asya segera tersadar dan menyusul langkah Azzam. "Mas Asya bisa jelasin." pekik Asya dari luar kamar, ia menggedor-gedor pintu namun tak digubris oleh Azzam. "Mas Azzam salah paham, Asya bisa jelasin. Itu semua gak kayak yang mas pikirin." ucap Asya dari luar. Hening. "Mas," panggil Asya mulai pasrah. Sepertinya Azzam benar-benar marah, ini semua karena kecerobohannya sendiri. Menyalahkan Fahmi juga bukan pembenaran, karena ia membantunya untuk menjalankan amanah. Cover by Nurhanifah
Saujana Sandyakala ~ Completed by Alvyadrvyera
39 parts Complete
"Kecil, cengeng, ribet, berisik, penakut lagi,"ucap seorang pria mendengus sebal. Kira-kira begitulah komentar Prawira tentang istrinya. Bukan tentang romansa untuk menggoda. Sayangnya dia mengatakan dengan logika. Begitu risihnya pria itu dengan istrinya. -&- Nilam, gadis muda yang memilih menikah dengan pria dengan perbedaan usia 16 tahun. Banyak orang yang mengatakan dirinya hanya mengejar harta jika adanya perbedaan sejauh itu. Sayangnya pria yang dia nikahi adalah pria sederhana, temperamen dan dingin. Padahal di saat yang sama dia bisa mengubah status kehidupannya begitu bahagia dengan pria seusianya dengan karakter sabar dan lemah lembut. Apalagi secara finansial, jauh lebih baik dari pilihannya. Wira, suami yang dipilih Nilam sama sekali tidak mengandung kelebihan selain cerdas. Pria itu juga tidak romantis apalagi mengerti dengan pola pikirnya. Tapi apa yang dia katakan bukannya pemanis. Karakternya memang temperamen. -&- "Nilam. Pernikahan itu hanya sekali. Dengan menikah kamu menyerahkan seluruh kehidupanmu pada suamimu, sayang. Pria temperamen itu tidak pantas denganmu. Kenapa kamu mencari neraka saat dihadapkan dengan surga?"tanya Ibunya mengusap pelan kepalanya. "Mungkin Nilam terlihat bodoh, Bu. Tapi kalau semuanya berpikir demikian, siapa yang akan bersama dengannya? Nilam ingin menjadi kedamaian baginya saat amarahnya memuncak,"ucap gadis itu tersenyum lebar. -&- "Coba jawab aku, bagaimana aku bisa lupa? Setiap aku melihat diri ku di cermin, aku selalu menatap kedua matanya? Bahkan jika aku mengenal perempuan lain, aku pun melihat dengan kedua matanya. Aku ikhlas. Tapi aku tidak mau durhaka pada istriku karena masih memiliki perempuan lain dalam benakku. Jangan buat aku semakin tenggelam dalam kesalahan, Pram. Jangan kamu pikir aku tidak berusaha untuk membuangnya. Namun apa yang ku dapat? Semakin aku mencoba, perasaan itu semakin tumbuh, Pram,"ucap Wira frustasi. -&- Salam hangat, Aku yang masih mencintainya.
You may also like
Slide 1 of 8
The Baby is Mine cover
Assalamu'alaikum Paris 2 [ End ] cover
Sepasang Luka Merajut Asa [END] cover
Pregnant with Rebel Prince cover
Diandra [Completed] cover
reminisce before I go  cover
Aku Padamu Ya Ukhti (Selesai) cover
Saujana Sandyakala ~ Completed cover

The Baby is Mine

5 parts Ongoing

"Hak asuh anak laki-laki akan jatuh ketanganku. Tapi jika bayinya perempuan, tentu akan jadi milikmu sepenuhnya." Ethan berucap tegas kala itu, tidak peduli jika ucapannya mampu membuat hidup Shafa menjadi tertekan. Menikah karena dijodohkan membuat wanita itu memilih mengalah apapun keputusan yang dibuat oleh suaminya. Tapi, bukankah anak itu sebuah Anugerah-apapun jenis kelaminnya? Shafa putus asa dengan pernikahannya, selain karena permintaan konyol perihal anak laki-laki untuk jadi pewaris. Perasaannya juga di permainkan. Pernikahan tanpa cinta itu terasa mencekik hidup Shafa. Bolehkah dia menyerah atas pernikahan yang ia jalani tanpa cinta dari sang suami? Toh, apapun jenis kelaminnya, bayi ini tetap miliknya!