Eiffel Untuk Dia

Eiffel Untuk Dia

  • WpView
    Reads 166
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Oct 27, 2015
WpInfo
Fiction
Romance
Penampilannya,tutur bahasa, geraknya tidak seperti dulu lagi. Dibaluti pakaian serba hitam dan kini hanya matanya saja yang terlihat. Inikah Niqab? Tanya Dirga didalam hatinya. “Buku itu, aku mencoba menuliskan seandainya kita akan berada disana suatu saat nanti” “Eiffel...iya aku sudah membacanya” Jawab Dessy, Sekilas ia teringat setahun yang lalu...kisah tentang janji mereka berdua. “Iya, aku akan melamarmu disana” jawab Dirga dengan senyumnya yang sangat bahagia, ia sudah tidak sabar lagi ingin memberikan tiket ke France yang sudah di belinya itu. Sementara... Dessy terdiam, kini kata-kata yang semacam jarum itu telah menusuk dihatinya. Kini dia didalam kebingungan. “Maaf, janji itu tidak bisa aku tepati” Jawabnya Sambil pergi membelakangi Dirga. Apa?...Tunggu...apa maksudnya itu?... Dirga, kini dia mematung sekarang rasa tak percaya dengan jawaban beberapa detik itu. Jadi untuk apa usahanya selama ini? Untuk apa buku yang ditulisnya dengan pengorbanan yang tidak bisa dianggap remeh itu?... Apakah janji Eiffel itu hanya bualan? “Galuh...Pergilah untuk dia” ucap Dessy dari kejauhan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Assalamu'alaikum Paris 2 [ End ]
  • SAH (Menikah Dengan Mantan)
  • About a Diandra Story
  • Serpihan Luka
  • Delusi(Abel x Abi) ||OPEN PO||
  • Sepasang Luka Merajut Asa [END]
  • reminisce before I go
  • CENGKRAMAN DIRGA'S

Budayakan follow sebelum baca 😁 Sequel Assalamu'alaikum Paris Bagaimana jika dengan sebuah novel bisa mengubah takdir seseorang? Shoikhu sepertinya menaruh dendam dengan tantangan bundanya tentang membawa seorang gadis atau calon istri dalam kurun waktu 30 hari. Hingga ia menerapkan hal itu pada putra sulungnya. "Abang , Papa punya tantangan selama kamu kuliah di sana.Papa tantang Abang! Kalau Abang bisa menuhin tantangan Papa. Apapun keinginan Abang Papa penuhin. " Ucap Shoikhu. El mengernyit. "Jangan nyesel ya. Laki gak boleh tarik kata-katanya. " Jawab El. Shoikhu mengangguk. "Bawa calon istri Abang dalam waktu 30 hari. " Ucapnya Shoikhu membuat El terbelalak kaget. "HA? CALON ISTRI? " ~~~ "Lo jadi calon istri gue! Mulai detik ini kita pacaran! " Ucap El pada seorang gadis. Gadis berkerudung itu langsung memukulnya menggunakan buku tebal yang dibaca sang gadis. "Orang gila tu di rumah sakit bukan kampus! " Sarkasnya. El memegang pipinya yang ditampar kasar. Gadis itu langsung pergi dari perpustakaan Universitas Pradipta. "Gue lamar bulan depan! " Pekik El pada gadis itu. "BODOAMAT! " A/N : CERITA INI BELUM DI REVISI.

More details
WpActionLinkContent Guidelines