Hujanku Bersama Jingga

Hujanku Bersama Jingga

  • WpView
    Reads 164
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadComplete Fri, Aug 18, 2017
Kala itu pukul empat sore Jingga datang ditemani langit yang muram Jingga menggenggamku erat Mengantarku pulang diiringi rintik hujan sore hari Namun Jingga tak peduli akan semua itu Meski hujan lebat pun ia akan tetap di sisiku Menggenggam erat tak mau aku jatuh Dengan senang kami berjalan di bawah rintik hujan Hujan yang membahagiakan Hujanku bersama Jingga... Saat ini pun ia masih bahagia Kini tanpa aku Tak apa, ini sangat adil Ia harus bahagia Bahagialah dengan siapapun itu Tetap judulnya akan sama Senja selalu bersama Jingganya Jingga harus bahagia... Masih pada judul yang sama Orang yang sama Perasaan yang sama Namun dengan kisah dan waktu yang berbeda Hujan kali ini hujan yang meninggalkan rasa sakit Senja bersama hujannya tanpa sosok Jingga -z.f.d- #2ndprojectforJingga
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LANGIT JINGGA (TAMAT)
  • SENJA JINGGA
  • Diary [COMPLETED]
  • Gone(✔)🔚
  • JINGGA
  • Senja Dan Rindu
  • About You Radit! (Selesai + Revisi)

"Semua keinginan gue, gak pernah jadi kenyataan. Itu cara kehidupan menghukum gue." *** Aga, atau lebih lengkapnya Airlangga Putra Senja. Pangeran bermata kelabu paling sempurna abad ini dengan tatapan menghangatkan namun sorot mata yang terlihat begitu lelah. Ia memiliki segala yang diinginkan oleh teman-temannya. Ketampanan.Kecerdasan. Kekayaan. Bahkan kebaikan hatinya. Kecuali satu, fakta bahwa ia tak lagi memiliki minat apapun di dunia ini bahkan terhadap hidupnya sendiri. He almost perfect... Namun Caca membencinya. Tapi tunggu, sampai Aga tiba-tiba saja selalu muncul di dekatnya. Apa yang harus ia lakukan? Dan bagaimana jadinya ketika bom waktu yang terpendam dalam mata kelabu itu akhirnya meledak? Ini adalah kisah bagaimana kata-kata yang tak kau anggap berarti, terkadang mampu mendorong seseorang hingga ke tebing keputusasaan. ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖ "BENCI BANGET!" "Gue benci sama dia. TITIK. Jangan tanya alasannya kenapa kalo gak mau tuh luka gue bikin panjang sampe ke dagu, ngerti?!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines