Asperger Child

Asperger Child

  • WpView
    Reads 3,313
  • WpVote
    Votes 138
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 3, 2016
WpInfo
Non-Fiction
Si sulung Nathalie atau biasa dipanggil dengan Thalie itu berbeda dengan anak-anak seusianya. Sejak usia 2 tahun, Ia divonis Syndrom Asperger. Salah satu gejala autism dimana para penderitanya memiliki kesulitan dalam berkomunikasi dengan lingkungan sekitarnya. Sindrom Asperger juga lebih banyak terdapat pada anak laki-laki daripada wanita. Thalie memang pendiam dan jarang sekali berbicara. Sekalipun dengan kedua orangtuanya. © Story by AnisaStory Cover by haloucam
All Rights Reserved
#4
bismakarisma
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • NOESIS [END]
  • AKSARA (TAMAT)
  • FORGET THE TIME (yanneo)
  • Different, D.A || Selesai ||
  • Grantha : Ramadhan Pertama
  • JAM 3 SORE
  • Legacy of The Fallen Star (Completed)✔️
  • NAKALA DAN TAWANYA
  • Diary Dodol Amah
  • Travis Mason [END]

Setiap pagi dimulai dengan nada yang sama. Nada yang tidak asing, tapi juga tak pernah benar-benar diingat. Seperti dengung lembut yang tumbuh dari dinding, atau bisikan yang terlalu sopan untuk membangunkan siapa pun. Anak-anak terbangun perlahan. Mereka tahu kapan harus duduk, kapan harus tersenyum, dan kapan harus mengatakan "terima kasih" pada sesuatu yang tidak pernah mereka lihat. Langit tak pernah berubah. Lantai tak pernah berdebu. Hari-hari disusun rapi seperti barisan seprai yang terlipat. Tidak ada yang jatuh. Tidak ada yang hilang. Kecuali... sesuatu yang tidak pernah disebut. Di antara semua yang seragam, ada satu yang tidak persis cocok. Seorang anak perempuan yang terlalu tenang, terlalu sering diam di tengah keramaian, dan matanya-selalu mencari sesuatu yang tidak terlihat orang lain. Serene. Ia menulis hal-hal kecil di balik kertas tugas. Hal-hal yang tidak pernah diajarkan, dan tidak boleh ditanyakan. Ia mencatat kapan musik terasa sedikit lebih sendu, kapan suara langkah di lorong tidak cocok dengan jumlah kaki. Orang bilang Serene hanya anak yang suka berpikir. Anak yang tidak pernah nakal, tidak pernah melawan. Tapi mereka tidak tahu... diam itu kadang bukan berarti lupa, melainkan mengingat terlalu banyak. Dan pagi-pagi di tempat ini, yang seharusnya hangat dan tenang, perlahan mulai terdengar berbeda- bukan karena ada suara baru, tapi karena seseorang mulai benar-benar mendengarkan. [Update setiap Malam] 《DISCLAIMER》 [DON'T COPY PASTE MY STORY!!] *Aku butuh sebuah 🌟 agar mereka yang tak terlihat tidak mendekat * Start = 14 mei 2025 Finish =

More details
WpActionLinkContent Guidelines