Menghapus Jejak Luka

Menghapus Jejak Luka

  • WpView
    Leituras 493
  • WpVote
    Votos 10
  • WpPart
    Capítulos 1
WpMetadataReadConcluída qua, out 28, 2015
Lalu, sampai sini saja perkenalan kita? Berawal dari hal yang sangat manis sekali tiba-tiba semuanya menjadi pahit untuk ditelan sendirian. Apa ini terlalu cepat untuk kita saling mengenal? atau jangan-jangan ini mimpi? atau aku sedang berkhayal? Aku disini memang bukan orang yang bijak,tapi setidaknya aku punya keputusan yang tepat,keputusan bagaimana caranya agar hatiku tak lagi melangkah terlalu jauh dan berjumpa luka. Ini yang namanya orang dewasa? yang punya banyak aturan sendiri? yang punya lebih besar ego? atau bahkan mempunyai banyak peluang untuk melukai yang kecil? Tolong,aku sedang belajar mencintai kembali,belajar bangkit dari kekecewaan,menghapus jejak-jejak luka yang pernah aku temui. Merapihkan kembali ruang hati yang sempat terukir luka yang suatu saat nanti ruang hati yang sedang ku rapihkan saat ini, akan di isi oleh seseorang yang membantu menata rapi ruang hati ini,bukan mengukir luka tapi mengukir cinta.
Todos os Direitos Reservados
#45
lainnya
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Lukisan Amerta Anyura
  • obsesi seorang mantan pacar
  • Just Friends✔
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • DETAK
  • Regrets of Love
  • Masih Sama
  • (End) Ketika Hanya Hati yang Saling Bicara
  • Sejauh 260 km

Hari ke hari, tahun ke tahun, aku bertemu banyak pria dimana mana, namun aku tetap mencintai dirinya dan mengagumi dirinya. Sudah setengah tahun sejak aku dan dirinya tuk bertemu terakhir kalinya, dikala wisuda purna siswa takdir berkata untuk menyatukan kita. Tak ku sangka aku dan dia duduk bersebelahan, entah takdir sedang mengujiku atau memberiku kesempatan bertemu tuk terakhir kalinya bersama dia. Dikala itu aku berandai-andai bahwa kita kan duduk bersebelahan lagi dimasa depan, atau lebih tepatnya dipelaminan. Namun semua nya hanya masalalu, kini aku dan dirinya berpisah dan kembali ke dunia dan jalan masing-masing. Meskipun aku tak pernah lagi bertemu dengannya lagi, aku masih tetap mencintai dan mengagumi dirinya, inilah namanya mencintai dengan hati,meskipun tak pernah melihat nya tapi hatiku berkata selalu ada dia dihatiku. Tentunya aku merindukan kenangan ku dan dirinya, berbincang bersama, tertawa bersama, bercanda bersama, belajar bersama dan apapun itu bersama nya. Dikala hati ku merindukan nya, aku menggambar dirinya. Seperti yang orang orang katakan "jikalah engkau membuat seorang seniman jatuh hati, maka saat itu juga engkau dinyatakan abadi didalam karyanya"

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo