Story cover for HOPE by ameyliaindah
HOPE
  • WpView
    LECTURAS 4,386
  • WpVote
    Votos 92
  • WpPart
    Partes 6
  • WpView
    LECTURAS 4,386
  • WpVote
    Votos 92
  • WpPart
    Partes 6
Continúa, Has publicado oct 29, 2015
"Mau kemana, Vin?" tanya Zian saat Kevin hendak bangkit dari duduknya.

"Toilet," 

"Jangan jauh-jauh dari gue," Kevin yang mendengar kata-kata gadis yang ada di sebelahnya itu menaikan alisnya. 

Batin Kevin merasakan hal yang tak biasa.

Walaupun wajah Kevin menampakkan raut yang biasa saja. Tetapi jantungnya berdetak dua kali lipat. Apakah gadis di hadapannya tidak menyadari itu? 

"Jangan jauh-jauh dari gue, nanti gue gak kena hotspotnya," 

Sial! Gue kena rayuan maut, batin Kevin. 

"Yaelah! Calm down. Hape gue di atas meja tuh. Gue mau ke toilet," Kevin berjalan menjauhi meja. Hatinya kecewa.
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir HOPE a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
SAD GHOST 6 ✓ de Maknanawww123
35 partes Concluida
BRAK!! Rara terjuntai sampai bokongnya menabrak mesin cuci, ia terkedjoed sekaligus terheran-heran melihat wujud yang ada di hadapannya. Siapa ketiga manusia, ups salah maksudnya makhluk halus di hadapannya ini? "Selamat malam" ucap mereka bersamaan. "Ma-malam, bapack-bapack cari siapa ya?" "Cari manusia bernama Rara, Riri dan Rere. Benarkah ini rumahnya?" "Betul sekali. Apakah kalian dari anggota give away? Wah, saya mau dapet mobil mewah dong? Atau duid seratus juta" "Kita gak salah men, dia beneran yang kita maksud. Bener kata raja Jin, udah cantik, lucu dan uhhh sexy men" bisik salah satunya di akhir kalimat. "Hus, lo udah jadi setan masih aja mesum. Otak lo gue puterin ke mesin cuci mau?" "Anceman lo ngeri kaya akun lambe!" Rara masih menunggu jawaban mereka, bahkan jika saja ada yang memotret wajahnya pasti ia sangat malu sekali, sebab wajahnya terlihat seperti orang bodoh. "RARA, NAMA LO RARA KAN? TANPA BERBASA BASI LAGI, GUE MAU KENALIN DIRI. GUE GUNDU, LO BISA PANGGIL GUE GUGUN" "GUE ASEP, LO BISA PANGGIL SAYANG KALAU MAU HEHE" Rara bergidik ngeri. "GUE... GUE SIAPA?" "NAMA LO OPAL," ucap Gundu dan Asep bersamaan. "Oh iya hehe, makasih udah ingetin. Kadang gue lupa, karna yang slalu gue inget adalah beban saat kita semua masih idup" Mendengar kalimat akhir dari Opal membuat mata Rara melotot terkejut, otaknya mulai bekerja bergotong royong untuk membangun sebuah koneksi. Jikalau mereka pernah hidup, lalu sekarang apa? "Lo semua udah modar?" tanya Rara. "YOI. KITA ADALAH PARA SAD GHOST DARI GENERASI SIX. TUJUAN KITA DATANG KEMARI YAITU, MEMINTA PERTOLONGAN KEPADA SAUDARI RARA, RIRI, DAN RERE UNTUK MENUNTASKAN MASALAH KAMI!" "What? Masalah gue aja banyak, dan lo semua mau nambah masalah gue?" Tuing...tuing.. Para pocong itu loncat-loncat semacam kutu, untuk mendekati Rara. Sontak Rara mundur ketakutan. "Plis gue mau pingsan aja. Ternyata kalian pocong, gue pikir kalian lontong! Bye..." _______ Writer bye; Nanaw✨
Hope is a dream that is doesn't sleep de DionDendelion
13 partes Concluida
Forth melepaskan pelukannya dan tertawa, menjauh dari beam dan duduk di tepi tempat tidur. "Maaf beam sudah ku katakan jangan pakai hati kepada ku. Kita tidak seharusnya seperti ini." " Maafkan aku P" "Kau menyukai komik yang aku belikan p?" "Tentu saja, Aku rasa bisa menyelesaikan membaca dalam 3 hari " jawab Forth yang muali serius membaca di atas tempat tidurnya. Beam menghela nafas dan ikut mengambil satu komik dari meja Untuk di bacanya. Forth menggeser sedikit tubuhnya memberi tempat untuk Beam. "Apa kau sudah mandi P..?" "Tentu saja sudah, saat kau berjalan kemari" jawab Forth tanpa menoleh ke arah beam yang bahkan tidak bisa berkonsentrasi dengan komik yg di bacanya. "Apa kau sudah mandi, beam?" "Aku dari kantor langsung kesini 😉" jawab beam santai "Jadi kau belum mandi 😨 sana pergi mandi !" Forth memukulkan bantal di sampingnya kepada beam. Dan beam merasa harus membalasnya. "Kurang ajar sekali kau." Ucap beam balas pukulan bantal dari Forth hingga perang bantal yang seharusnya tidak terjadi pun terjadi. "Aku tidak mau mandi 😤" Jawab beam kekeh. "Baiklah aku juga tidak akan menyentuhmu😛." "Siapa bilang kau boleh menyentuhku..?😗" Beam melotot tajam pada Forth, tapi bukannya takut Forth malah gemas dan langsung meraih leher beam berakting mencekiknya. Cerita ini dapat ambil dari judul cerita yang sama yang di buat sama kak Reni fajarwati.... & mungkin ceritanya ngga sama persis sama aslinya nyesuaiin latar nya😂😂
Quizás también te guste
Slide 1 of 9
Marga Alvarezka cover
SAD GHOST 6 ✓ cover
Dinamika Ditengah Arus Waktu  cover
RanZyan [bl lokal] cover
Entwined by fate || BXB cover
Maaf (Sequel Off T.A.A.O) | SELESAI REVISI cover
Hope is a dream that is doesn't sleep cover
CALZEYN(Tahap Revisi) cover
GUNFA cover

Marga Alvarezka

47 partes Concluida

Tentang gadis cantik, putri satu-satunya dari keluarga dengan Marga Alvarezka. Ayyara Aqila Alvarezka. ________________ "Gue mau lo batalin pertunangan kita!" Cowok yang hendak masuk kedalam ruang Osis itupun membalikkan badannya, mengurungkan niat untuk membuka pintu. "Bakal gue lakuin kalo lo bisa geser posisi peringkat gue," balasnya tersenyum miring. "Lo ngeremehin gue?" tanya Ayyara. "Gak. Kapan emangnya gue pernah remehin putri bungsu keluarga Alvarezka?" Ayyara berdecak kesal, kenapa dia harus mempunyai tunangan seperti cowok ini sih? "Buktiin! Gue tunggu hasilnya," raut wajah cowok itu kembali datar, tangannya beralih memegang handle pintu. ****** "Lo menang Ay," lirih cowok itu. "Lo berhasil geser posisi gue tahun ini, bahkan juara umum tahun ini jatuh ke tangan lo. Cepat bangun Aya-nya Zayyan, gue mau tepati janji gue." Zayyan mengambil sebelah tangan Ayyara yang tak terpasang infus, mencium punggung tangan itu berulang kali. "Ay, Lo harus tau. Gue kalah. Gue kalah sama perasaan gue sendiri." adunya. "Happy birthday my love, mungkin hadiahnya nanti pas lo bangun lo bakal dengar berita pertunangan kita yang batal." *****