Story cover for Wrong Feeling by Nichanit
Wrong Feeling
  • WpView
    Reads 161
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 3
  • WpView
    Reads 161
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 3
Ongoing, First published Oct 31, 2015
"Kalian pasti seneng kan kalo perasaan kalian terbalaskan? Bisa langsung pdkt, terus jadian deh. Ah indahnya... Sayangnya kita gak bisa gitu. Iya kan, Rei?" Tanya Aneila kepada seorang pemuda disebelahnya.

"Yoi, Nei. Kita beda. Ah bukan. Maksudnya, kisah kita yang beda. Gak seindah kisah cinta kalian. Kadang kita iri sama kalian, yang dengan enaknya berangkat dan pulang sekolah bareng. Nge-date dimalem minggu. Kita boro-boro bisa jalan berdua, ngobrol aja jarang. Sekalinya ngobrol paling banyakan sama yang lain." Ucap Reiner.

"Kalian pasti bingung ya sama kisah kita? Kita itu saling sayang. Darimana kita tau itu? Karena dari tatapan mata aja udah beda. Dari detak jantung aja udah kerasa, kalo ada yang lain diantara kita. Tapi kita bisa apa? Cuma bisa diem sampe waktu ngasih kita kesempatan buat bareng. Tapi entah kapan. Kenapa? Karena kita punya alasan. Dan alasan kita itu sama..." Kata Aneila.

"Yaitu, karena kita gak mau nyakitin perasaan pasangan kita masing-masing." Ucap keduanya bersamaan.

"Ya, walaupun kenyataanya hati kita berdua yang tersakiti." Sambung Reiner.

Aneila mengangguk membenarkan.
***
Penasaran sama kisah mereka? Let's read!
All Rights Reserved
Sign up to add Wrong Feeling to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
Capricorn by Baperterussss
11 parts Ongoing
"Aku suka sama Kak Al." Rea mengatakannya tanpa ragu. Tenang. Pelan. Tapi dalam dadanya, jantungnya berdebar seperti genderang perang. Lapangan basket sore itu sepi. Matahari sudah tenggelam separuh, menyisakan semburat jingga yang menggantung di langit. Angin membawa bau rumput basah dan suara tiang ring basket yang berderit pelan. Di tengah sunyi itu, Rea berdiri, seragamnya masih rapi, rambutnya dikuncir seadanya, dan matanya menatap Kak Al, lurus. Alvano menoleh, pelan. Keringat masih menempel di pelipisnya, dan bola basket tergenggam di tangan kirinya. Ia diam. "Apa tadi?" tanyanya, suaranya rendah. Tidak kaget. Tapi juga tidak menjawab. Rea menarik napas. Ia benci mengulang. Tapi kali ini berbeda. "Aku suka sama Kak Al," ulangnya, lebih lirih. "Dari awal aku lihat Kakak main di lapangan. Aku tahu ini mungkin... aneh. Tapi aku cuma pengen jujur." Ia tidak terbiasa berkata seperti ini. Tidak terbiasa membeberkan isi hati. Tapi Rea bukan pengecut. Ia adalah seseorang yang lebih takut menyesal karena diam daripada malu karena gagal. "Aku tahu Kakak mungkin nggak mikir apa-apa. Tapi aku cuma pengen bilang," lanjutnya. "Supaya kalau besok-besok aku canggung atau... ngelihatin Kakak diam-diam, Kakak tahu alasannya." Sunyi. Kak Al memutar bola basket di ujung jarinya. Lalu berhenti. Tatapannya tidak tajam, tapi ada sesuatu yang menggantung di dalamnya. Berat. "Rea..." katanya. Lembut. Tapi nadanya membuat dada Rea mengeras. "Kamu manis. Kamu juga berani. Tapi..." Rea mengangguk pelan, mencoba tersenyum meski wajahnya menegang. "Aku udah punya pacar." Deg. Rea tidak menangis. Tidak mundur. Tidak bertanya siapa. Ia hanya berdiri. Diam. Lalu berkata, "Nggak apa-apa, Kak." Yang tidak dia tahu, pacar Kak Al itu... adalah Dara. Kakaknya sendiri. Dan semuanya... baru saja dimulai.
You may also like
Slide 1 of 8
Terima kasih Ravindra cover
TWO DIFFERENT PROPERTIES || on going (revisi) cover
this is me cover
When Two Hearts Collide  cover
Heart to you.(END) cover
AILAH(END)✅ cover
DRABIA [END] cover
Capricorn cover

Terima kasih Ravindra

6 parts Complete

"Wahai kamu, senang bertemu denganmu diwaktu itu, aku sangat bahagia karena bersamamu dan mengenalmu, pernah menjadi kekasihmu dan kisahmu adalah kesenangan yang tidak ada duanya, kamu cinta dan lukaku untuk pertama kali, tetapi mungkin aku juga menjadi luka untukmu, seberapa kali aku merasa sakit karenamu saat itu, cinta ini akan tetap abadi untukmu, terimakasih karena telah menjadi bagain dari kisah hidupku, i loved you, berbahagialah selalu" Bagiku kamu adalah kenangan yang tak bisa aku ulang kembali. -Anara Aeera Dewi- Terima kasih dan maaf karena aku adalah cinta dan luka pertama kamu -Pratama Yudha Ravindra- **Semua alur cerita ini dibuat karena atas dasar pengalamanku** **Mohon maaf jika ada kesamaan antar cerita,nama,tempat dan waktu semua terjadi karena ketidaksengajaan kami dalam membuat cerita ini, terimakasih 🙏**