Wrong Feeling

Wrong Feeling

  • WpView
    Reads 165
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 15, 2015
"Kalian pasti seneng kan kalo perasaan kalian terbalaskan? Bisa langsung pdkt, terus jadian deh. Ah indahnya... Sayangnya kita gak bisa gitu. Iya kan, Rei?" Tanya Aneila kepada seorang pemuda disebelahnya. "Yoi, Nei. Kita beda. Ah bukan. Maksudnya, kisah kita yang beda. Gak seindah kisah cinta kalian. Kadang kita iri sama kalian, yang dengan enaknya berangkat dan pulang sekolah bareng. Nge-date dimalem minggu. Kita boro-boro bisa jalan berdua, ngobrol aja jarang. Sekalinya ngobrol paling banyakan sama yang lain." Ucap Reiner. "Kalian pasti bingung ya sama kisah kita? Kita itu saling sayang. Darimana kita tau itu? Karena dari tatapan mata aja udah beda. Dari detak jantung aja udah kerasa, kalo ada yang lain diantara kita. Tapi kita bisa apa? Cuma bisa diem sampe waktu ngasih kita kesempatan buat bareng. Tapi entah kapan. Kenapa? Karena kita punya alasan. Dan alasan kita itu sama..." Kata Aneila. "Yaitu, karena kita gak mau nyakitin perasaan pasangan kita masing-masing." Ucap keduanya bersamaan. "Ya, walaupun kenyataanya hati kita berdua yang tersakiti." Sambung Reiner. Aneila mengangguk membenarkan. *** Penasaran sama kisah mereka? Let's read!
All Rights Reserved
#545
romace
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Maaf' (Revisi)
  • DRABIA [END]
  • DeaSea
  • Heart to you.(END)
  • this is me
  • In Relationship?
  • AILAH(END)✅
  • Terima kasih Ravindra

Hari hariku akan segera di mulai atau malah akan berakhir secepat itu? Ini yang dinamakan fajar atau senja? Ini jalanmu atau jalanku? Aku ingin berhenti dari semua fantasi ini Maaf..... Kumohon lupakan aku.... Semua tentangku ••• "kenapa ibu nggak pernah jujur sama aku selama ini?"ucap Nita yang telah berlinang air mata. Hatinya seketika hancur ketika mengetahui rahasia yang selama ini disembunyikan ibunya. "Maafin ibu, ibu takut jika kamu akan pergi ninggalin ibu''ucap Ranti yang tak bisa menahan air mata yang semula dibendungnya. "Tinggalkan aku, aku butuh waktu sendiri"ucap Nita yang langsung memalingkan wajahnya dari ibunya. "Nit dengerin ibumu dulu"ucap Andi "Cukup Ndi, kumohon pergi dari sini!'' Andi dan Ranti pun keluar dari kamar Nita. Setelah mereka pergi, Nita menangis sejadi jadinya. "Kenapa kalian semua egois?"ucap Nita di tengah tangisannya. "Riza, hanya Riza yang bisa ngertiin aku. Aku harus bertemu dengan nya"batin Nita. ••• Sebuah cerita tentang dia, aku, dan sebuah perasaan yang takkan terungkap dengan mudah Cinta yang terpendam karena eratnya persahabatan Cinta yang terhalang karena terbongkarnya suatu rahasia besar Mau tahu bagaimana keseruan ceritanya?jangan lupa mampir untuk baca ya

More details
WpActionLinkContent Guidelines